Monday, April 9, 2007

Bapak dan saya....

Hari Minggu kemarin beberapa anggota keluarga dari luar kota datang
Seperti biasa, kami mempersiapkan segala sesuatunya
pada saat-saat seperti itu pasti bapak dan saya yang disibukkan untuk mempersiapkan hidangan..
Biasanya saya akan memasak sayur yang sedikit beda dari hari biasa. Tak jarang saya membuat kue-kue atau penganan buat cemilan. Bapak akan menanak nasi dan mempersiapkan minuman. Kami berdua jadi sangat sibuk di dapur kecil kami.

Tentang Bapak saya....
Lelaki yang sudah hampir memutih semua rambutnya, yang masih belum bisa berhenti menghisap asap...
di usianya yang menginjak kepala tujuh...

Saya dan bapak punya cerita yang sedikit aneh. Saya punya kebiasaan meminta pendapat bapak. kesuitan apapun selalu saya ceritakan pada bapak. bahkan ketika saya sudah menikah. membetulkan kacamata yang seringkali lepas dati tnagkainya saya masih tetap meminta tolong pada bapak. Sampai akhirnya beliau kemarin mengatakan pada saya.
"Kayak gini masih sama bapak, suamimu kenapa?"

saya jadi tersenyum sendiri mengingatnya. Mungkin saya terlalu terbiasa dengan beliau....
bukan karena saya terlalu tergantung, hanya sulit untuk mencoba menghilangkan kebiasaan ini.

saya jadi teringat kembali kejadian 6 bulan lalu. ketika suami meminta ijin untuk membawa saya keluar dari rumah dan mencoba mencari tempat berpijak sendiri.

"terus siapa yang menemani bapak sama Ibu?"
Kalian juga akan membiarkan kami menjadi tua berdua saja?

saya jadi bingung, bagaimana ya seharusnya...............



5 comments:

ciplok said...

*garuk-garuk kepala*

bingung juga......

mei said...

nice blog jeng..=)

bingung juga ya...cuman kalau aku bilang keluarga muda musti mandiri. mungkin bicara baik2 sama bapak sama ibu, tujuan suapaya jeng juga bisa lebih mandiri, tidak terlalu tergantung sama bapak dan ibu lagi. Karena pada saat kita menikah, kita memang d haruskan untuk belajar segalanya sendiri, di atasi sendiri.

so, u have to start now if you want do that...

venus said...

memang berat buat semua orangtua. tapi tetep, kalian musti belajar mandiri, ya kan? supaya gak terlalu sedih, mungkin bisa kalian usahain sesering mungkin dateng ke rmh bapak ibu, atau usahain nginep sesekali. week end, mungkin?

Anonymous said...

Pilihan yg sulit. Andai masalahnya sesederhana keinginan untuk mandiri. Yang bikin berat itu kan kalau kehadiran kita memang mereka butuhkan. Misalnya berkaitan dengan kesehatan mereka. Kalo sst terjadi dan kita ngga ada, menyesalnya bisa selamanya. :(

Solusinya mungkin pindah ke sebelah rumah mereka aja 'kali ya? Tetanggaan :)

--durin--

Sylvie Gill said...

syl menciptakan suasana agar cemara terus bergantung ke kami berdua he..he..he...

if i were your parents i would be crying every single day as my daughter left the house