Monday, May 14, 2007

Terima Kasih, Cinta.....

Dingin say?
saya tersenyum saja

dan lengan yang kuat itu pun melingkar di pundak saya...
(hm... saya pun makin merapatkan diri di hangatnya...)

sangat sederhana...
tak banyak jua yang mesti diucap
tapi ada dan nyaman....; )
ku rasa cukuplah..

tak mesti selalu begitu...
kadang waktu terlalu banyak menyita kita..
kerja, latihan..., les, kerja, latihan..
larut malam dalam sisa lelah kita baru dapat berjumpa
sedikit berbagi cerita
di tengah kantuk yang luar biasa..
tak apa...

asal di hati kita selalu ada..
sebentuk rasa
yang semoga selamanya...

malam ini....
terima kasih

untuk sebait puisi yang sederhana tapi sarat makna...
untuk rasa nyaman dan tenang yang senantiasa hadir mesti tak selalu ada
untuk segala rasa yang tak mampu aku mengejawantahkannya...
untuk sebentuk sedan yang kau pulihkan,
untuk luka yang tersembuhkan,
untuk ..untuk.. untuk...
sampai habis segala ucap, dan rasaku...
jika mesti bercerita tentangmu...

untuk hari lalu, hari kemarin, hari ini
dan hari-hari di jelang senja usia nanti....
banyak doa...
banyak harap

untuk kita....

terima kasih,......

cinta...

Wednesday, May 9, 2007

sebentuk rindu......

Sabtu kelabu...

mungkin begitu seharusnya judul postingan ini...

dalam perjalanan merajut rindu kota Yogyakarta..
sembari berupaya mencarikan sejumput senja
yang saya janjikan untuk seorang teman :)

saya berdua suami berangkat menyisir kenangan yg selalu singgah di kota itu..
belum sampai kota Delanggu tiba-tiba badan saya mulai menghangat
keringat dingin bercucuran

suami saya memutuskan untuk pulang..
berhenti di sebuah rumah sakit swasta..
dan dengan kejamnya (maaf ya bu..)
dokter memvonis saya terkena gejala tiyhus...

3 hari saya demam dan meradang..
dengan tensi 78/60
dokter hanya meminta saya berbaring saja..

tak masuk kerja..

seharusnya hari ini juga..

tapi saya kangen...
dengan anak-anak
dengan suasana sekolah
dering bel istirahat...

dering YM saat ada yg menyapa saya...

kangen menulis di sini...

doakan sehat ya.....

Friday, May 4, 2007

Menemukan-MU lagi

Layaknya seorang pejalan kaki..

Sudah terlampau jauh langkah ini tertempuh..
ah... ya hampir 29 tahun lamanya
ada saat terasa semua begitu dekat
tak jarang terasa jauuuuhhh sekali...

Hampir tiga bulan ini aku merasa kering
bertemu dengan-Mu adalah hal yang tak pernah tertinggal
Menyebut nama-Mu tak pernah membuat kering bibir ini
namun tak pernah sampai ke hati

Aku tahu terlalu banyak bias yang menjarak
dan tanganku tak kuasa meraih....

sampai kesempatan itu datang

sebuah kesempatan untuk merajut tali kasih dengan-Mu
kekasih sejatiku

malam tanggal 3 setelah lelah selama even 2 hari lomba..
ada acara dadakan dari yayasan untuk mengajak anak2 kelas 6 berdoa bersama,
iktikaf di mesjid sekolah supaya diberikan kelancaran dalan UASDA
ada acara spiritual building juga
acara yang dimaksudkan untuk mengembalikan kesadaran kita
sebagai seorang hamba

dan saya hanyut di dalamnya

entah mengapa saya yang mestinya hadir untuk menjaga anak-anak
malahan tak mampu menguasai diri sendiri
setiap kata yang diucapkan, setiap tanda kebesaran yang diagungkan
tubuh, hati dan diri ini terguncang hebat...

sampai habis nafasku, sampai kering tenggorokanku
memanggil nama-MU

Untuk-Mu yang Maha Hebat, Maha Kasih, Maha sayang..
Beri kekuatan untuk menjaga rasa ini
agar aku tak pernah kehilangan-Mu lagi...

Tuesday, May 1, 2007

Pendidikan... Ujian....

Saya mendapatinya terduduk di tangga....
Tak biasanya saya mendapatinya dalam keadaan seperti itu

"Kenapa, sayang?"
"Matematika saya cuma dapat 6"
"serious??"

Dia menatap saya, tidak ada bintang di kerlip matanya.
"Saya habis sakit, lagi tidak enak badan..."
"Tidak adil!!! Masak hasil belajar selama 6 tahun cuma diukur dalam waktu 2 jam!!"

Saya agak tersentak mendengarnya...
Selama ini saya sering melontarkan pendapat, membaca, mendengar
berbagai sorotan tentang sistem pendidikan di Indonesia.

Tapi bukan dari bibir mungilnya. Saya yakin seandainya dia tidak sakit pasti dia mampu mendapatkan nilai lebih. saya sangat mengenalnya.

Seandainya saja ada perubahan yang jelas dari arah pendidikan. Bukankah pendidikan merupakan sebuah proses??? Apa yang terjadi selama enam tahun bukan hanya sekedar benar atau salah soal yang sudah diujikan.
tapi bagaimana dengan berbagai pendidikan moral, sikap dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham dan dari tidak bisa menjadi bisa??

Sudah cukup layakkah 40 soal dan 2 jam yang diberikan??

Mungkin ini hanya sekedar uneg-uneg saya saja.....