Tuesday, May 1, 2007

Pendidikan... Ujian....

Saya mendapatinya terduduk di tangga....
Tak biasanya saya mendapatinya dalam keadaan seperti itu

"Kenapa, sayang?"
"Matematika saya cuma dapat 6"
"serious??"

Dia menatap saya, tidak ada bintang di kerlip matanya.
"Saya habis sakit, lagi tidak enak badan..."
"Tidak adil!!! Masak hasil belajar selama 6 tahun cuma diukur dalam waktu 2 jam!!"

Saya agak tersentak mendengarnya...
Selama ini saya sering melontarkan pendapat, membaca, mendengar
berbagai sorotan tentang sistem pendidikan di Indonesia.

Tapi bukan dari bibir mungilnya. Saya yakin seandainya dia tidak sakit pasti dia mampu mendapatkan nilai lebih. saya sangat mengenalnya.

Seandainya saja ada perubahan yang jelas dari arah pendidikan. Bukankah pendidikan merupakan sebuah proses??? Apa yang terjadi selama enam tahun bukan hanya sekedar benar atau salah soal yang sudah diujikan.
tapi bagaimana dengan berbagai pendidikan moral, sikap dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham dan dari tidak bisa menjadi bisa??

Sudah cukup layakkah 40 soal dan 2 jam yang diberikan??

Mungkin ini hanya sekedar uneg-uneg saya saja.....



10 comments:

venus said...

ini selalu bikin aku heran dan gemes. sistem pendidikan kita, rasa-rasanya, gak pernah bener dari jaman dulu. tapi kok sampe sekarang kayaknya ga ada usaha untuk belajar dari pengalaman, atau belajar dari sistem di tempat lain ya? no wonder, kita selalu ketinggalan. sedih deh :(

firman firdaus said...

memangnya sistem yang lain gimana mas/mbak venus?

crushdew said...

huahaaa tanggal dua, ikutan upacara gak bu?

neng said...

saya juga prihatin bu ... kasihan anak-anak dan tentunya para pengajar mereka

neng said...

saya juga prihatin bu... kasihan anak-anak itu...

gita said...

2 jam pun kdg2 ga penuh..

ciplok said...

saya mau pendidikan [dan juga kesehatan] di Indonesia TIDAK MAHAL, bisa ga yaaah ?

kangguru said...

@Mendiknas
kau suruh aku mengajarkan kompetensi sekaligus kau telikung dengan UN

Anonymous said...

dan pengetahuan yg dipelajari selama 6 tahun seolah tak berarti karena direduksi oleh satu pelajaran utama saja. Benar begitu? *sigh*

--durin--

orang parno said...

wah tidak adil beneran... aq ga berani pulang jd nya takut anakku ga lulus