Friday, June 22, 2007

Pelepasan, benarkah sebuah perpisahan?

Waktu memang cepat sekali berlalu
Seperti baru sebentar saja, saat mereka datang, malu-malu bersembunyi di balik ayah atau ibunya
Baru sebentar saja, membimbing mereka mengeja huruf menjadi kata, menautkan menjadi kalimat dengan SPOK, mengenal angka dan mengoperasikan dalam hitungan sederhana.
Waktu adalah satu hal yang tak dapat dimengerti jalannya, meski menikmati tiap langkah perjalananya..
Waktu jua yang kini mengantarkan mereka untuk melangkah, selangkah lagi meraih mimpi dan semua cita hidup mereka..

Kelulusan sudah diumumkan, besok pagi nilai dan rapor akan dibagikan
Masing-masing sudah memiliki tujuan sendiri-sendiri dengan berbagai pertimbangan baik itu nilai, bakat, keinginan, ataupun karena orang tua...
ada yang merebak di pelupuk mata, ada tangis tertahan dari beberapa teman, ada sedu yang ditahan..
tapi mengapa hanya kesedihan?
Mari lepaskan mereka dengan senyum terkembang, meski ada bening yang membias di mata kita....

Bukankah mereka pergi untuk mengikat ilmu yang lebih banyak lagi?
Bukankah mereka dilepas untuk merangkai pengalaman hidup yang lebih berarti?

Selamat sayang..........
Di manapun kalian bersekolah, tetaplah menjadi mutiara yang akan selalu bersinar terangnya...
Sebab sesungguhnya kalian adalah mutiara-mutiara indah yang akan mengisi kekosongan generasi negeri ini...........

:ditulis disela-sela acara akhirussanah..........

Friday, June 15, 2007

Amarah yang Melelahkan

Kemarin saya dilanda amarah hebat

karena pengaruh dari seorang teman, yang selalu merasa "lebih" daripada saya
dibebankannya seluruh pekerjaan pada saya
dan ditinggalkannya saya sendirian di sana
saya marah, marah besar...
sementara kedudukan kami sama, tidak saling membawahi
entah kalau senioritas begitu dipentingkannya pula
saya memang lebih muda, baik segi usia ataupun lamanya bekerja
tapi dengan beban kerja sendiri-sendiri yang sudah ditentukan
tapi entah kenapa
mungkin karena saya terbiasa membantu
mungkin karena ia memanfaatkan saya
sampai kemudian saya "meledak"
dua hari lamanya..........
sampai saya kelelahan sendiri
dan akhirnya saya sadar, saya sudah menjadi orang yang kalah kalau saya marah
hari ini dengan niatan mengabdi saya memulai hari
tak peduli dengan beban kerja yang makin menumpuk
ya, hari ini
saya coba redam kemarahan saya
dan saya merasa lebih baik
jauh lebih baik
dari kemarin.........

bagaimana denganmu?

Wednesday, June 6, 2007

Untuk Menjadi Lebih Baik

Terbangun dan menjadi lebih tua
Mungkin setiap hari kita mengalaminya

Tapi apabila hal itu menumpuk dalam satu tahun, adakah bedanya?

Jadi begini: terbangun dan menjadi lebih tua satu tahun, begitu tepatnya
apa yang akan terasakan?

saya mengalaminya hari ini.

Terbangun dan menyadari bahwa usia saya sudah bertambah

Dan Alhamdulillah, saya mengalami hal yang luar biasa hebat.

:Ada hangat mentari yang menyambut hari saya
Ada sejuta cinta dan miliaran kasih sayang dan kasih sayang yang melingkupi saya
Ada banyak, baaaanyak (sampai tak terhitung) rasa syukur atas segala nikmat sehingga saya mencapai usia ini...
Ada banyak rencana baru untuk dilakukan, hal baru untuk dicoba
Yang lebih menggembirakan, ada semangat untuk melakukannya
Semoga saya mampu menjaganya

Semoga tidak hanya saat ini saja, semoga ini adalah awal dari langkah kecil saya di waktu lalu
untuk meraih "sesuatu"
yang akan menjadi semaik baik, dan membaik di kemudian hari

Banyak harap dalam sujud panjang saya malam tadi...
semoga saya mampu menjaga
untuk senantiasa mensyukuri nikmat-Nya
dalam bentuk apapun...........

Terima kasih
saya masih di beri kehidupan pagi ini

Saturday, June 2, 2007

Salah Siapa?

Suatu malam,
depan Budaya Jawa Tengah (TBJT)
saya dan suami baru saya pulang dari tempat kerja
sedikit melepas lelah, sebelum menuju tempat kerja berikutnya
kami mencuri waktu untuk makan malam berdua
saya memesan udang masak sementara suami memilih ayam goreng.
Sembari menunggu pesanan, kami saling bercerita tentang kepadatan kegiatan masing-masing
Suami saya memang tengah disibukkan dengan persiapan pementasan beberapa bulan ke depan
Aktivitas sebagai pekerja seni adalah hal yang paling diminatinya
Tak lama berselang pesanan datang, kami pun mulai makan, maklum siang tadi sama-sama belum sempat mengisi perut. Belum sampai tiga suapan, muncullah seombongan anak muda, usaianya saya taksir sekitar 17-21 tahunan, mengamen. Genjrang genjreng tak jelas lagunya.
Saya tidak punya uang kecil, suami saya merogoh sakunya.
Mereka berlalu...
Sekitar 10 menit kemudian muncul lagi 5 orang pemuda lagi. badannya tegap, mengamen lagi...
saya tak mampu menahan mulut saya untuk berucap, " Mas, kalian tahu cari uang memang tak mudah tapi untuk seusia kalian sebenarnya masih banyak hal yang masih bisa dikerjakan asal kalian mau berusaha" kata saya yang mulai kesal, karena acara makan jadi tidak nyaman lagi.
suami saya menengahi dengan memberikan recehan berikutnya.
Ingatan saya melayang pada Bapak dan Ibu saya, yang masih berusaha mencari uang demi eksistensi dirinya dengan menjual bunga-bungaan dalam pot.
Benak saya melayang kepada Bapak dan Ibu mertua saya yang masih saja berjualan keliling ke rumah-rumah kost sekitar kampus UNS untuk menawarkan sarapan ataupun gorengan. Meski sebenarnya kami, anak-anaknya dapat memberikan lebih dari apa yang mereka hasilkan.
Tapi mereka mengatakan bahwa apa yang dikerjakan bukan untuk uang, tapi untuk menunjukkan bahwa mereka masih mampu menghasilkan.
Saya sedih dengan pemuda-pemuda pengamen itu, akan menjadi apa kelak nasib bangsa ini jika para pemudanya menjadi tidak gigih lagi berusaha..
apa dinas sosial, dinas pekerjaan umum juga menyadari keberadaan mereka?
semakin pusing saya....
Dan suami saya menyadarkan saya
untuk segera pergi, melanjutkan ke pekerjaan selanjutnya
sampai malam nanti..........

:apa mereka juga menyadari, bahwa untuk sekedar mencari sekeping rupiah memang harus dibutuhkan pengorbanan, waktu, tenaga ataupun pikiran?