Monday, August 27, 2007

Hari ini Setahun Yang Lalu

Ya..
Hari ini satu tahun yang lalu
saat segala mimpi serasa nyata..
Menautkan jemari dalam genggaman....
Meski tak sedikit kesal, gerutuan omelan..
dan masih banyak cara yang kadang menggelikan kalau diingat..
Masih ada utas sayang yang mengikat..
semoga selamanya...
Hari ini satu tahun yang lalu...
belum banyak yang saya tahu darimu..
seperti masih banyak yang kau pelajari dariku..
masih sangat panjang perjalanan ini...
Semoga masih saling menjaga...
di sisa usia kita...
Love U!!!

Lengkap Sudah....

Hari Kamis kemarin tiba-tiba saja kepala saya terasa beraaaaat sekali. Baru mengajar satu jam saya sudah tidak tahan. Akhirnya. teman-teman yang baik itu mnelpon suami saya. saya pulang. sampai rumah badan saya langsung memanas, dan menggigil kedinginan. Bibir saya membiru kering....
Untuk ke dokter pun saya tak kuat. saya paksa untuk tidur.
Sorenya ke dokter hasilnya:
maag akut, radang tenggorokan, infeksi saluran pencernaan, infeksi saluran pernafasan.....
Lengkap sudah.
dan sampai tiga hari kemudian saya tidak masuk.
Dan Sabtu sore teman-teman yang baik itu datang menengok...
saya tidak tahan untuk tidak menangis.
bagaimanapun itu membuat semangat saya kembali lagi....
dan sebuah tekad terwujud. saya harus masuk..
Saya harus melawan penyakit ini..
dan meskipun masih batuk2, pilek dan berjakethari ini saya sudah masuk lagi...
semoga segera membaik..
Doakan ya ....
Kalian juga jaga diri ya...

Tuesday, August 21, 2007

Selamat ya Lis!

Telepon berdering siang ini.
Sebuah nama yang tertulis di sana cukup membuatku terkesiap.
Nama yang sudah cukup lama kuhapal.
Nomor milik seorang sahabat yang baik.
Aku mau merit. Tanggal 25.
datang ya…
Tolog kabari teman2.
Akhirnya….
Satu titik masa dan penantian itu sampai juga
Aku ikut senang
Banyak doa untukmu
Semoga bahagia selamanya……

Wednesday, August 8, 2007

PESTA RAKYAT

Agustus sudah tiba lagi.

Seluruh pelosok negeri mulai berbenah.
Ah ya? Rupanya semua mulai berbenah. A
da apa ya? Tentu saja, tanggal 17 semakin mendekat.
Dari mulai daerah pedesaan sampai pusat ibukota, seluruh rakyat gempita menyambutnya. Bergotong-royong kerja bakti membersihkan kampung, anak-anak sampai pemuda mempersiapkan berbagai macam lomba dan acara untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, ibu-ibunya juga tidak kalah seru merembuk persiapan hidangan yang akan dibuat ada yang membuat tumpeng nasi kuning, nasi liwet sampai pecel ndeso diusulkan sebagai alternative hidangan.
Tidak hanya itu, di sekolah-sekolah, kantor-kantor, dinas-dinas semua berhias mempercantik diri dengan berbagai ornament dan dekorasi 17-an.
Jika selama ini saya lebih sering mendengar pemilu sebagai pesta rakyat, saya kok kurang setuju ya. Sebab rasanya tidak semua lapisan rakyat dapat berpartisipasi dalam acara pemilu itu. Selain itu dalam pemilu ada saja intrik politik yang kentara maupun tidak kentara, hasut-menghasut antar partai, saling menjelekkan dan sebagainya dan sebagainya.
Sementara dalam acara penyambutan HUT RI selalu diringi senyum, kegembiraan dan keceriaan. Kompetisi diakhiri dengan tawa, kerja bakti ya dilakukan dengan legowo. Mungkin memang Pesta Rakyat yang sebenarnya adalah pada saat-saat tersebut.
Berbagai momen yang diabadikan tiap-tiap kampung, organisasi, dinas pemerintahan sampai kawulo alit macem saya ini juga berusaha untuk ikut berpartisipasi sesuai kemampuan. Semua dilakukan tentu saja untuk ikut berbangga diri sebagai bagian dari pemilik tanah ibu pertiwi ini. Meski kita tak pernah tahu apakah ini semua yang dicita-citakan oleh para pahlawan yang membela bangsa ini dari tangan penjajah kala itu.
Tapi saya rasa mereka pasti ngerti juga bahwa kebanggaan dalam pesta rakyat di bulan Agustus itu adalah salah satu bentuk perjuangan juga. Sebab seberapa besar rasa bangga di dada kita akan keberadaan negeri ini?
Yang pasti itu semua adalah salah satu bentuk partisipasi dari kemurnian hati rakyat negeri ini. Entah dengan mereka yang asyik dibelakang kursi dan menikmati hasil korupsi. Apa kata mereka yang sudah berjuang merebut kejayaan bangsa ini?
Entahlah..
Semoga para pahlawan itu memaafkan mereka dan seluruh rakyat mendoakan mereka atas segala dosanya. Mari, lupakan mereka.
Bergabung dalam PESTA RAKYAT…
MERDEKA untukmu, MERDEKA untuk kita
MERDEKA untuk INDONESIA!!!!