Wednesday, August 8, 2007

PESTA RAKYAT

Agustus sudah tiba lagi.

Seluruh pelosok negeri mulai berbenah.
Ah ya? Rupanya semua mulai berbenah. A
da apa ya? Tentu saja, tanggal 17 semakin mendekat.
Dari mulai daerah pedesaan sampai pusat ibukota, seluruh rakyat gempita menyambutnya. Bergotong-royong kerja bakti membersihkan kampung, anak-anak sampai pemuda mempersiapkan berbagai macam lomba dan acara untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, ibu-ibunya juga tidak kalah seru merembuk persiapan hidangan yang akan dibuat ada yang membuat tumpeng nasi kuning, nasi liwet sampai pecel ndeso diusulkan sebagai alternative hidangan.
Tidak hanya itu, di sekolah-sekolah, kantor-kantor, dinas-dinas semua berhias mempercantik diri dengan berbagai ornament dan dekorasi 17-an.
Jika selama ini saya lebih sering mendengar pemilu sebagai pesta rakyat, saya kok kurang setuju ya. Sebab rasanya tidak semua lapisan rakyat dapat berpartisipasi dalam acara pemilu itu. Selain itu dalam pemilu ada saja intrik politik yang kentara maupun tidak kentara, hasut-menghasut antar partai, saling menjelekkan dan sebagainya dan sebagainya.
Sementara dalam acara penyambutan HUT RI selalu diringi senyum, kegembiraan dan keceriaan. Kompetisi diakhiri dengan tawa, kerja bakti ya dilakukan dengan legowo. Mungkin memang Pesta Rakyat yang sebenarnya adalah pada saat-saat tersebut.
Berbagai momen yang diabadikan tiap-tiap kampung, organisasi, dinas pemerintahan sampai kawulo alit macem saya ini juga berusaha untuk ikut berpartisipasi sesuai kemampuan. Semua dilakukan tentu saja untuk ikut berbangga diri sebagai bagian dari pemilik tanah ibu pertiwi ini. Meski kita tak pernah tahu apakah ini semua yang dicita-citakan oleh para pahlawan yang membela bangsa ini dari tangan penjajah kala itu.
Tapi saya rasa mereka pasti ngerti juga bahwa kebanggaan dalam pesta rakyat di bulan Agustus itu adalah salah satu bentuk perjuangan juga. Sebab seberapa besar rasa bangga di dada kita akan keberadaan negeri ini?
Yang pasti itu semua adalah salah satu bentuk partisipasi dari kemurnian hati rakyat negeri ini. Entah dengan mereka yang asyik dibelakang kursi dan menikmati hasil korupsi. Apa kata mereka yang sudah berjuang merebut kejayaan bangsa ini?
Entahlah..
Semoga para pahlawan itu memaafkan mereka dan seluruh rakyat mendoakan mereka atas segala dosanya. Mari, lupakan mereka.
Bergabung dalam PESTA RAKYAT…
MERDEKA untukmu, MERDEKA untuk kita
MERDEKA untuk INDONESIA!!!!

10 comments:

Evi said...

penginnya pulang kampung nih! pasti klo 17-an rame, seru....
mudiknya juga rame hehehe....

padahal pas loh, hari jumat jd ga perlu mbolos, tapi precil ku oh....

mpokb said...

arti kemerdekaan sudah berubah. dulu nenek moyang merdeka untuk hidup tanpa dijajah bangsa lain. sekarang kita merdeka untuk memilih jenis dan merek sampo di supermarket..

Hedi said...

Eitttt rakyat yg mana dulu nih, masih banyak yg ga bisa ikut pesta itu lho :D

vino said...

paling2 yg makin ndut wakil2nya

ayahshiva said...

kalo boleh tau, pilihan lo menag apa kalah

Anonymous said...

Merdeka!

--durin--

puput said...

hai juga,
merdeka?

ciplok said...

eeh jangan lupa yah difoto pake baju pejuang dapurnya, pingin liaat :)

Anonymous said...

merdeka?
berbangga dan berseremonial...
can't find words "pesta rakyat" in my google

kangguru said...

Pokoke ™ MERDEKA