Wednesday, September 26, 2007

Ngabuburit

Ada banyak cara untuk menghabiskan waktu menunggu bedug maghrib tiba
Ada semacam tradisi yang dilakukan oleh banyak orang di berbagai daerah
Jalan-jalan, nongkrong di pinggir jalan, membaca buku, jalan-jalan di mall, sekedar putar-putar kota dan mungkin masih banyak lagi lainnya.
Tujuannya jelas untuk menunggu sata berbuka...
yang saya herankan di berbagai daerah banyak sekali hal tersebut dilakukan
Dari asal bahasanya, memang berasal dari Bahasa Sunda yang berarti menunggu waktu menjelang malam tiba
gitu kira-kira....
Namun adakah kamus ngabuburit sebenarnya dalam Islam? jika kemudian hal ini dihubungkan dengan kebiasan orang untuk menunggu buka puasa tiba...
Mungkin memang ada
Tapi kegiatannya yang berbeda
Bukankah akan lebih indah dan terjaga manakala waktu jeda itu digunakan untuk menambah amalan?
Baca buku bolehlah, karena bisa berarti membaca itu adalah untuk menambah ilmu, dan mencari ilmu adalah bagian dari ibadah. Baca Al Qur'an Kenapa tidak?
Bulan penuh ampunan, maghfirah, segala kebaikan dilipatgandakan
saya tidak menyalahkan mereka yang saya sebut di atas tadi, hanya betapa Ramadhan akan berlalu sia-sia saja bila tidak dimanfaatkan dengan baik..
saya pernah mendatangi sebuah pengajian, Pak Ustadnya Bapak Hanifulloh Sukri dari UNS Solo....
yang saya garis bawahi dari isi kajiannya siang itu adalah..
"Puasa kita akan diterima oleh allah SWT apabila kita lakukan benar-benar untuk bertaqwa kepadanya" hal ini menurut saya masalah yang paling haq, dimana hanya seorang hamba dan Tuhannya saja yang tahu.
Yang kedua "Puasa kita akan diterima oleh ALLAH SWT apabila pemanfaatan waktu yang dilakukan adalah benar-benar untuk beribadah" Nah mengapa sedetik saja waktu yang kita punya tidak digunakan sebanyak-banyaknya untuk menagungkan nama-NYA Karena hanya pada-NYAlah kita bertaqwa....

Saturday, September 22, 2007

Dust.....

"masih terlalu dini pelangi menari di ufuk hari
ketika pada akhirnya saya mengerti"

saya memang tercipta untuk dicintai
tapi bukan olehmu
maaf ya.....
jika kata-kata akhirnya tertelan angin yang berlalu
dulu memang saya pernah menunggu
tapi kamu tak mau tahu
dan kini
hati ini telah terikat janji
jadi sampai kapanpun kamu menanti
saya tak akan pernah berpaling lagi....

Tuesday, September 4, 2007

Membersihkan Hati

Seringkali tanpa sebab yang jelas kita memabtin sesuatu atau seseorang
yang tanpa sengaja mungkin akan menimbulkan luka
meski tak terucapkan
tanpa kita sadari sebenarnya hal tersebut membuat pahala kita berkurang...
Di komunitas manapun ini kerapkali terjadi.
Seringkali saya coba bertanya kepada diri sendiri
tak bisakah kita hidup tenang tanpa mempunyai praduga kapanpun, dimanapun
bukankah hidup kita akan menjadi lebih tenang karenanya?
tapi teori memang mudah
praktek sangatlah sulit
menjagai diri sendiri saja butuh kewaspadaan yang sangat tinggi sekali
apalagi coba menjaga lingkungan kita
at least kita mulai dari diri sendiri
bukan tidak mungkin kedamaian hidup akan terwujud
tanpa adanya prasangka yang tidak perlu
mari sambut bulan suci
dengan bersih hati...