Saturday, December 29, 2007

Akhir Tahun yang Muram

Bagaimana bisa tersenyum?
sedangkan begitu banyak saudara pergi
satu demi satu
tertelan longsor dan derasnya bah
mungkin ini bagian dari takdir....
namun benarkah?
saya ingat pesan embah saya:
"bersahabattlah dengan alam tempatmu hidup, maka alam akan melindungimu"
dulu saya masih belum mampu mencernanya
namun kini saya mengerti
bisa jadi ini karena kesalahan kita memanage alam
sehingga banjir dan longsor bisa saja urung datang menimpa
lantas, sekarang apa?
menyesalintakah?
tidak terlalu banyak saudara yang kehilangan rumah, harta benda bahkan nyawa
sekarang bukan saat yang tepat untuk berpangku tangan
selemah-lemah iman adalah dengan doa
namun sedikit saja bisa berarti
menringankan mereka yang terkena musibah
saatnya kita rapatkan barisan
untuk berbagi
dan kelak segera perbaiki diri
dalam menjaga isi bumi ini

Tuesday, December 18, 2007

Cerita tentang Mimpi

Namanya Halintar,
tapi saya lebih suka memanggilnya petir atau halilintar.
Terlahir dari kelurga yang cukup berada, namun saat kedua orang tuanya sudah cukup umur dan kedua kakaknya sudah terlalu dewasa untuk menerima kelahirannya. Namun tetap saja disambut dengan keceriaan dan kemanjaan yang luar biasa.
Seiring berkembangnya waktu, keluarga itu menyadari ada "sesuatu" yang berbeda dengan anak lelaki bungsunya. ia berkembang dengan sangat lambat. Kemampuan menalarnya sangan lemah sekali. Akhirnya ia didibawa ke seorang therapist, yang menganjurkan mereka untuk memasukkan anak tersebut ke Sekolah Luar Biasa.
Belum sempat kedua orang tuanya mengambil keputusan, mereka dikejutkan oleh kenyataan bahwa pada suatu hari anak tersebut memainkan batang sapu lidi dengan tangannya dan menirukan seorang dalang membawakan wayangnya, begitu runtut, begitu jelas, sementara tak sekalipun ada dongeng wayang yang diceritakan kepadanya, tak sekalipun ia menonton atau mendengar siaran tentang wayang. Ada secercah sinar terang di wajah Romo yang bijak, beliau tidak bersedia menuruti keinginan therapist tersebut. Dibelikannya buku-buku tentang wayang, yang segera dilalap habis olehnya. Bahkan sampai seperangkat wayang dan pakeliran disediakan untuknya. Dan ia berlatih dengan giat.

Di sekolah, tidak banyak kemajuan yang didapat. Sudah banyak guru yang didatangkan untuknya, namun satu demi satu memilih mundur. Jika kemudian secara kebetulan saya tanpa sengaja diminta untuk memberikan privat padanya, adalah sesuatu yang di luar dugaan. karena ia merasa nyaman dengan saya. Saya tak pernah memaksa. bahkan ketika saya cobakan soal matematika, dan ditengan jalan ia ngotot mau belajar bahasa jawa, saya ikuti semua kemauannya.

Darinya saya belajar banyak tentang wayang, seni tari, karawitan. Ingatan saya melayang saat saya SMP dulu, saya sering mendapat marah dari guru kesenian karena tidak dapat membedakan kethuk dan kempyang. Namun dengan Halin saya bisa mengerti apa bedanya, bagaimana cara memukulnya. Seandainya saya dapat memutar waktu kembali ke masa itu. Saya tersenyum sendiri karenanya.

Dan kini ia sudah di kelas 3 SMP hampir 4 tahun sudah kami belajar bersama, ia bisa naik dengan kondisi dalam batas akhir nilai yang ditentukan untuk kenaikan. Orang tuanya masih bisa tersenyum.
Dan sekarang ujian sudah diambang pintu, saya kerahkan segenap kemampuan yang ada..
banyak doa dari seluruh keluarga.. Saya juga tidak tahu akan seperti apa nantinya

Namun semalam saya dibuat tertegun oleh pertanyaannya.

"Mbak cita-citaku jane sederhana lho, pengin dadi dalang, pangrawit utawa penari"
"Jane aku penginne mung mlebu SMK 8 terus neng ISI, tapi ngopo yo Mbak, aku ndadak kudu lulus matematika, elektro, fisika. Jan-jane aku ra nyandak karo pelajarene ki, mbak"

saya termenung dibuatnya, ya..
Mengapa sistem pendidikan kita masih saja menyudutkan mereka yang lemah?
Seandainya di tingkat lanjutan anak2 itu hanya boleh memilih pelajaran apapun yang disukai dan diminatinya pasti otak mereka akan berkembang dengan baik, dan bukan karena terpaksa. Dan kemudian akan banyak sekali bermunculan ahli-ahli di bidangbnya yang kreatif dan inovatif. karena mereka dirangsang untuk terus berkembang sesuai bakat dan minat. Sekali lagi bukan karena terpaksa.

saya yakin banyak sekali halinta-halintar lain di muka bumi pertiwi ini, seandainya kita bisa sedikit berbenah.....

Tuesday, December 11, 2007

Tentang Sebuah Cinta

: latitude

Matahari baru saja beranjak
bukan,
bukan senja mengarah pada kita
namun kesadaran menyentuh kita
ketika tiba-tiba arus deras itu menarik
mengharu biru dalam keagungan-NYA

siapa sangka disinilah muara?
tidak aku
pun jua dirimu
manakala kita terseret dalam arus waktu

dan kita dibangkitkan di padang yang berbeda
di kota tanpa nama
dengan burung-burung vendor melayang melintasi kepala
di seluruh isi kota
jiwa melangkah serasa tak bernyawa...

tapi ada kekuatan tak bernama
yang terus dan terus menuntun kita
mencari tempat untuk kembali

dan dari entah asalnya
tiba-tiba saja kita sudah di sini
menyatu dalam sebuah ikatan
yang juga tak kita tahu apa namanya
dan mengapa mesti tertaut

semua terjadi
karena memang mesti terjadi
jadi untuk apa bertanya lagi?


Friday, December 7, 2007

Menjemput Mimpi

Malam

"Jadi besok gimana?"
"apanya", tanya saya
"kita jadi ambil kan?"
"kok tiba-tiba?"
"pengin aja"

Pagi
Mas Budi (suami saya) sudah sibuk-sibuk mempersiapkan segala sesuatunya
Akhirnya rencana itu terambil juga.
Lama-lam amemang ada yang mesti dirubah
Sekarang toh Mami sama papi sudah ada kakak dan istrinya yang jagain
Kami memutuskan untuk mencari rumah

Ternyata emang ndak mudah
nayri developer, trus ngisi berbagai macam aplikasi
kemudian urusan ke bank
(iya kita ndak bisa beli cash, jadinya nyari bank yang bisa ngasih kredit)
di mana juga kreditnya mahal...
tapi ya mungkin cuma itu kesempatannya ya?
namanya juga usaha

kami pun akhirnya diwawancara bank dan lolos HORE!!!!!!!!!!!
yah semoga impian ini segera terwujud
doakan ya?

Monday, December 3, 2007

Cinta....
Mari sejenak kita istirah di sini
Berhenti berlari...mengejar matahari
Cinta..
mari sejenak kita nikmati
Sejuknya bercengkrama dibawah langit malam
menembus awan,
meraih bintang-bintang
Cinta...
Mari hentikan waktu sesaat saja
biarkan menari di udara
dan kita ikuti iramanya
Cinta...
Tautkan kembali rasa
yang hampir mangasingkan kita

Saturday, December 1, 2007

Setelah Badai reda

akhirnya format yang lebih tepat ditemukan juga..
tapi mengapa mesti ada prahara?
sudahlah...
sekarang kita akan menata hidup agar menjadi lebih baik lagi...
untuk lebih saling memahami..