Tuesday, December 11, 2007

Tentang Sebuah Cinta

: latitude

Matahari baru saja beranjak
bukan,
bukan senja mengarah pada kita
namun kesadaran menyentuh kita
ketika tiba-tiba arus deras itu menarik
mengharu biru dalam keagungan-NYA

siapa sangka disinilah muara?
tidak aku
pun jua dirimu
manakala kita terseret dalam arus waktu

dan kita dibangkitkan di padang yang berbeda
di kota tanpa nama
dengan burung-burung vendor melayang melintasi kepala
di seluruh isi kota
jiwa melangkah serasa tak bernyawa...

tapi ada kekuatan tak bernama
yang terus dan terus menuntun kita
mencari tempat untuk kembali

dan dari entah asalnya
tiba-tiba saja kita sudah di sini
menyatu dalam sebuah ikatan
yang juga tak kita tahu apa namanya
dan mengapa mesti tertaut

semua terjadi
karena memang mesti terjadi
jadi untuk apa bertanya lagi?


5 comments:

-Fitri Mohan- said...

sudah suratannya begitu...

siwoer said...

wealah...lagi akad kredit toh?! hehehehe..aku udah dari akhir 2005 kmarin akad kreditnya...slamat lah udah lolos, tinggal mencicil bulanannya :D

Chandra said...

Bagus banget sense of Poem-nya. Pintar milih kata-kata yang pas buat menggambarkan puisi. ^_^

Lagi dong puisinya. BTW, THX ya sudah mampir!

chiw said...

puwisi ya? kirain Lagu...

ehehe...

Lebih bagus Lagi kalo Mba May pindah ke wordpress...

:D

Daustralala said...

kuat mbak liriknya.