Thursday, January 31, 2008

Hari-Hari yang Penuh Kesibukan

Hampir sebulan lebih
dikejar-kejar deadline yang panjang. Suatu saat saya merasa begitu terjepit dengan keadaa, ketika uang di dompet semakin menipis dan kebutuhan yang semakin menaik harganya. Ah ya, kita harus bersabar dan berbaik sangka kepada Allah. Maka pertolongan itu datanglah. Banyak sekali pemesanan naskah teks pelajaran, belum lagi suami saya yang juga banyak permintaan untuk editing naskah dan terjemahan. Praktis setiap malam kami berdua menghabiskan waktu di depan komputer. Kadang bergantian. Tidur pun cuma dapat dilakukan hanya dalam waktu 3-4 jam. Arghhhh................
Baru saja kami bisa bernafas lega tanggal 27 agustus kemarin. Tiba-tiba pesanan cerita pendek anak datang bertubi-tubi, dan hanya diberi waktu 4 hari. Yah, terpaksa saya lakukan di tengah2 kesibukan mengajar anak2 di sekolah. Yah, semoga menjadi berkah itu saja.
Kadang saya merasa terlalu banyak waktu luang, sehingga begitu menginginkan pekerjaan sampingan. tapi dalam keadaan begitu banyaknya sampingan yang datang, rasanya kok ya capek juga ya...
:) Dasar manusia, tidak pernah puas dengan keadaan. Astaghfirullah.....
Yah, yang jelas hari ini agak lega.... Mungkin nanti malam bisa merasakan nikmatnya tidur 7 jam lagi.
(tapi apa bisa ya?)

Saturday, January 19, 2008

Kisah

"....rumah kita tak luas, kecil saja
satu tak kehilangan lain dalamnya
untuk kau dan aku, cukuplah...."

Sudah cukup lama sekali sejak saya menemukan bait puisi di atas
enam, tujuh, delapan... ah ya tujuh tahun yang lalu
di tumpukan buku tua di pojok perpustakaan kampus
saat bunga-bunga kuning berguguran menghampar di jalanan
saya juga sudah lupa siapa penyairnya, namun cukup membuatku terkesima
lama..........
jalinan katanya tertaut indah, saya membayangkan ada sebuah rumah untuk jiwa saya kala itu
tapi tak tertangkap apapun
kemudia datanglah sosokmu yang tegap, besar
dengan rambut panjang sebahu
tiba-tiba duduk di depanku dan menarik buku yang tengah ku baca
aku :"maaf, saya sedang membacanya"
kamu : "hm, bagus juga seleramu"
dan kemudian kamu berlalu
begitu saja

mengingatnya saja membuat banyak tanya
dan sekarang kita bahkan bisa berbincang bersama
menuliskan syair-syair tanpa rima berdua saja
di tengah hujan
di kerjab gemintang

: ".... adalah jiwa yang mengisi kekosongan
tempat gelisah dan keluh kesah diredakan
tempat tertambatnya perahu
tempat istirah yang indah
berlantai kasih
bertirai cinta
beratap sayang yang mesra...."

begitu kira-kira rumah bagi kita...

Monday, January 14, 2008

Santunnya Kasih

Pagi bening
Ada tetes embun di hijaunya daun
semilir angin pagi membelah lembah
kerjap mentari pagi yang baru bangun dari tidur panjangnya
pernik biru rindu menyapa
dan lihat...
serombongan kupu-kupu dengan sayap malaekatnya
menyerbu persada
dan berhenti di kuncup mawar di pojok halaman
sempat membuat wajah mungilnya mengembangkan sekuntum senyum
dibukanya pintu
melangkah dalam seribu satu asa
ya... ini adalah hari pertamanya
hari pertama untuk memulai langkah
belajar banyak hal.
Terbayang sudah senyum manis guru di kelas, wajah-wajah mungil sebayanya
yang akan mengajaknya belajar bersama
tak sabar, langkah kaki mungilnya semakin melebar, dan kemudian setengah berlari
dan tiba-tiba..............
tak disadarainya ada seorang nenek tua yang matanya tak bisa membuka
di tepi jalan hendak ke seberang
dihentikannya langkah
wajah mungil itu meragu
ada banyak rindu akan hari ini
tapi
kemudian kaki mungilnya melangkah
menuju nenek tua, digandengnya dan ditanya hendak kemana
ke pasar katanya
sejenak dai terdiam, ia harus kembali ke arah berlawanan
ditetapkannya hati
di raihnya lengan nenek tua itu
ditemaninya berbelanja
dan diantarkan pulang ke rumahnya
tak terasa
mentari sudah ada di atas kepalanya
dia diam di rumpun melati tengah kota
tidak, gurunya pasti masih berada di sana besok pagi
teman-temannya juga
mama............... mungkin akan sedikit marah
dari jauh dilihatnya teman-teman yang baru akan dikenalnya
sudah berjalan menuju pulang
akhirnya dia ikut melangkah pulang
mama pasti akan mengerti
aku pasti bisa menjelaskannya
dan esok hari pasti akan datang lagi
memaknai jutaan mimpi
untuk belajar lebih banyak lagi...

:untuk adek kecil yang penuh semangat dan kasih sayang
yang kutemui di ujung pagi ini
terima kasih untuk sebuah inspirasi.....

Wednesday, January 2, 2008

S E M O G A

ada sisa tangis kemarin
ada bilur kegamangan masa lalu
membayang melewat waktu
riak alir hidup terus mengalir
membuat bangun dan segera bergegas
dan sekejab langit membiru
senyum lembut mentari menyapa
ada setumpuk tugas baru menanti
ada bertumpuk pengharapan
ada banyak rajutan kisah baru dalam langkah
banyak mimpi yang mesti segera diwujudkan
dengan banyak doa yang terpanjat
agar senantiasa menjadi lebih baik setiap detiknya
S E M O G A