Wednesday, February 13, 2008

Sebuah Kelahiran

Saya belum pernah melahirkan, pun juga menunggui orang yang tengah melahirkan.
Tapi jam 3 pagi adik saya semata wayang menelepon dan merintih kesakitan.
Saya bangunkan suami dan segera melaju ke klinik tempat Intan dirawat. Menahan dingin, jarak yang lumayan jauh. Alhamdulillah sampai juga. Sudah bukaan tiga. Saya tak tahan melihatnya merintih dan terus menerus menggenggam tangan saya. Suaminya terduduk cemas.
sampai kemudian air kerubannya pecah. Dan kami membawanya ke kamar bersalin.
Betapa luar biasanya rasa yang tertumpah saat itu. Menyemangatinya untuk tidak menyerah
Terus, menerus berbanjir peluh...
Kata bidan dan dokternya kulit adek terlalu tebal, hingga bayinya agak kesulitan untuk keluar
Saya tak henti berdoa di telinganya, memintanya mengingat Allah SWT sang pemberi kehidupan
Suami adik saya tak henti membisikkan semangat di telinga Intan, adik saya
Dan Subhanallah.... tepat pukul 05.20 akhirnya bayi lelaki tampan itu berhasil dikeluarkan
Putih, cakep dan luar biasa.
Tak kuasa tangis untuk saya tahan...
Allahu Akbar
Begitu indahnya sebuah proses kelahiran
Apakah saya akan diberi kesempatan juga untuk merasakan hal yang sama
dengan menahan tetes air yang keluar saya cium adik saya dan keluar ruangan setelah menyalami bapak baru tiu
di luar suami saya merengkuh bahu saya, sambil membisikkan kata
.............semoga.....

10 comments:

ndahdien said...

selamat atas kelahiran ponakannya, semoga menjadi anak yang sholeh. Semoga Tuhan juga memberi kepercayaan kpd may&suami u' bisa mengasuh anak-anak yg lucu..

mpokb said...

selamat atas kelahiran si ponakan yak. semoga menjadi penambah kebahagiaan buat kedua orang tuanya. buat budhe-nya, sabar yak :)

neng said...

Mbak, turut bahagia atas lahirnya ponakan, semoga menjadi anak yang sholeh. Insya Allah Mbak May menyusul...

aku kok baru ngeh ya kalo Mbak May itu guru :-)

haryantoblog said...

Selamat atas kelahiran keponakannya, salam. Salam kenal

axal said...

selamat may jadi budhe yg ke sekian.
menikmati doa, sebelum tetesan tengah malam menjadi amanah yang tak tergantikan.
Allahu Akbar.

ciplok said...

amin...amin...amin...

-Fitri Mohan- said...

amieeeen. semoga kita-kita ketularan berkahnya ya jeng. :D

crushdew said...

subhanallah..
namanya siapa mbak?

tito said...

huehehehee...selamat jadi bibi :p. Yang sabar mbak, nanti ada gilirannya.

Urip Herdiman Kambali said...

Selamat. Gue mau kirim buku untuk kamu. Apa neeh alamat kamu? SMS saja ya...