Friday, March 28, 2008

AAAARRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGHHHHHHHHHHH

Bergelas-gelas kopi,
sepuluh judul naskah cerpen yang harus selesai akhir bulan ini
tujuh judul buku yang harus selesai akhir bulan depan
setumpuk berkas penilaian murid yang harus segera diisi
amarah yang meletup-letup di pikiran, yang mengacaukan konsentrasi
segenggam dendam yang siap meledak seketika
begitu saya
mengingatnya
berputar-putar
AAAAAAAAAAAAArrrrrrrrrrrrrrrggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Wednesday, March 12, 2008

Gigi oh..... Gigi


Sudah hampir empat hari ini gigi saya cenut-cenut. Apalagi saat hujan dan dingin datang menyerang. Waduh... tidak ketulungan rasanya. Bagian belakang geraham kanan saya memang bolong. Sementara di bagian geraham kiri saya bagian atas sudah berlubang sejak dulu. Jadi malas sekali untuk makan. Karena sakit dan khawatir sisa makanan nyangkut di sana.
Gigi saya memang tidak rapi. Kalau kakak perempuan saya dan suaminya yang sama-sama dokter itu saya minta memeriksa, komentar mereka selalu sama : "Udah, nih gigi dicabut semua aja, ganti sama gigi palsu...."
Yaiks... kasian banget khan saya?
Pagi ini saya dibuat resah lagi oleh gigi saya ini. Karena mau tidak mau saya harus mengantri di ruang tunggu dokter gigi. Hi........ sampai sekarang saya masih saja ketakutan kalau harus berkunjung ke sana. yang terbayang selalu saja peralatannya yang runcing dan berdenting-denting mengerikan.
Ini memang bagian dari trauma masa lalu. Ya, gigi saya sejak dulu sudah sangat bermasalah. Duluuuuuuuuuu sekali saat saya baru masuk SD gigi taring depan saya mulai goyang, sama Bapak saya ditarik pakai benang sakiiit sekali. Lalu tumbuhlah gigi baru. Kira-kira satu tahun kemudian muncullah lagi gigi baru dibelakang gigi saya. bapak dan ibu saya yang sangat memperhatikan kerapihan gigi membawa saya ke dokter gigi. Waktu itu pak dokternya menyarankan supaya gigi saya dicabut salah satu, tapi mesti nunggu dulu biar tumbuhnya gigi baru lebih besar lagi. Enam bulan kemudian gigi tersebut dicabut. saat duduk di kursi itu rasanya seperti pesakitan yang sedang menunggu eksekusi mati. takut sekali saya. Begitu dicabut, darah mengucur dan saya muntahkan ke jas putihnya pak dokter. Merah semualah jas beliau. Tapi dokter itu tidak marah. Dan saya menangis keras karena dimarahi bapak dan ibu.
Kemudian gigi tersebut tumbuh biasa saja. Saat mulai masuk SMP saya menyadari tumbuhnya gigi baru yang nyungsep di antara gigi taring saya kanan dan kiri. Waktu itu bapak menyuruh saya ke dokter gigi lagi. Tapi saya tidak mau. Trauma cabut gigi masih saja membuat saya ngeri. Lagipula waktu itu saya pikir, saya akan terlihat lebih manis dengan gigi penuh yang oleh orang Jawa bilang gingsul.
Tapi apakah yang terjadi?
Saat gigi tersebut tumbuh besar, di belakang gigi taring kanan dan kiri terdapat gigi entah apa namanya. Mulut saya seakan sesak dengan gigi yang dumpalitan. Lah ponakan saya malah pada ketakutan katanya "Hi.... bulik kayak drakula....." Waduh....
Tapi aman juga, berarti mereka tidak akan mendekatin ataupun minta traktiran pada saya.
Nah, kali ini keresahan kembali menganggu saya. Moga-moga dokter itu tidak seide dengan kakak dan ipar saya.
Kata siapa sakit gigi lebih baik daripada sakit hati?

Wednesday, March 5, 2008

Selamat pagi Dunia

Sepertinya waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin awal tahun ini kutapaki, tak terasa tiba-tiba saja sudah menginjak bulan ketiga. Dan begitu banyaknya aktivitas di tempat saya bekerja seperti menenggelamkan saya di sana. Banyak kerinduan untuk menyapa teman-teman di dunia maya. Lebih dari dua minggu rasanya, atau hampir satu bulan? ah, saya sudah tidak ingat. Irama kerja seperti berlari, tiba-tiba saja saya sudah berada di tengah-tengah penerimaan siswa baru, belum lagi adanya lomba tingkat SD yang kami selenggarakan. Berkejar-kejaran dengan hujan saat melintasi Soloraya untuk cari sponshor. Jadi ingat masa-masa kuliah dulu. Berulang lagi dan lagi.
Dan selalu saja timbul konflik dalam setiap kegiatan yang sebegitu banyaknya. Tak mengapa, kadang kita memang mesti memilih salah satu dari banyak pilihan yang ada. untuk tetap focus pada apa yang tengah kita kerjakan. Well... selamat pagi dunia, selamat beraktivitas, di manapun kalian. Saya akan kembali bekerja...
semoga waktu masih sempat membuat kita tuk sekedar saling menyapa....
Miss u alll my friends....