Thursday, April 3, 2008

Aku Menunggumu

Aku menunggumu
Aku menunggumu di batas penantianku.
Lebih dari seratus tahun berlalu
sejak kepergianmu
Ke mana mesti melangkah
Mencarimu
Sedangkan bumi sudah kujelajahi lebih dari sekali
Seandainya esok pagi ada matahari
Biarkan sinarnya merekahi hari
Sementara aku sendiri
Berkubangan mimpi sunyi
Hanya juka kau mau tahu
Aku di sini
Sendiri
Menunggumu

6 comments:

ebeSS said...

Lebih dari seratus tahun berlalu

weleh . . . sampun sepuh sanget inggih! . . . ketingalipun tasih timur lho . . :P

Anonymous said...

hai May, aku ketinggalan berita banyak banget ya? Selamat untuk kelahiran keponakan. Semoga dirimu juga segera bisa ngasih keponakan buat adik ya? :)
Gimana kegiatan menulis ya? Pengen tahu deh karya-karyanya May ;)

--durin--

antown said...

terjemahannya adalah
welwh... sudah tua sekali ya!... kelihatannya masih "timur" lho... :P

timur apaan ya?

MAY'S said...

@ebess : iya bess puisi kangen he..he...
@durin : Thanks.. OK kapan2 tak kasih liat deh
@antown: timur jauh apa timur tenggara? :D

ciplok said...

aiih, menunggu siapa nih?

stey said...

saya mah ga mau ah nunggu, capek..hehe..