Saturday, April 19, 2008

Senyum sang Mentari

Pagi ini semua terlihat biasa. Saat mood saya sedang bagus-bagusnya. Yang terlihat indah, selamanya akan selalu terlihat indah. Masalahnya, tidak setiap hari saya merasakan indahnya hari seperti ini. Hanya saja, matahari tidak selalu bersinar dengan cerah setiap harinya di dalam diri saya. Pada saat itu saya akan merasakan aura kelam meliputi diri saya. Saya merasakannya. Maka saat saya terlihat sedang bersinar seperti matahari. Orang-orang di sekitar saya akan ketakutan dan merasa tidak nyaman. saya hanya tersenyum saja menanggapinya. Di mana pun, kapanpun saya akan selalu menjadi saya. Tak peduli apa katamu, atau kata mereka. Yang penting saya nyaman. Ya, itu saja. Egois? Boleh kau bilang begitu. Tapi yang jelas, saya tak pernah merugikan kamu ataupun orang lain. Dan jangan pengaruhi saya dengan berbagai macam hal itu. sebab saya sedang SENANG. Dan mentari tengah singgah di diri saya.

10 comments:

venus said...

glad to see you happy :D

Hedi said...

cihuy yg lagi senang :D

-Fitri Mohan- said...

setuju banget. btw, selamat menikmati mentari yang sedang berada di dalam diri ya jeng. semoga kabarnya baik-baik dan sehat tak kurang suatu apa.

ebeSS said...

menyambut Kartinian pake kebaya?
awas njungkel lari dikejar emak.. :P

mpokb said...

ada kabar baik apakah gerangan? jadi pingin ikut senang ah.. :)

Urip Herdiman Kambali said...

Batara Surya, penguasa mentari, itu bapaknya Adipati Karna. Ah, jangan-jangan kamu adalah Kunti.

MAY'S said...

@UHK : ......... mungkin, mungkin aku adalah Kunti, yang pernah melahirkan pandawa....:)

ebeSS said...

pandawa . . . . ?
woooo . . . anaknya lima ya . . . :P

Urip Herdiman Kambali said...

Mays,

Oleh-oleh dari Bali sudah ada di blog gue. Baca saja.

Eh, Kunti juga yang melahirkan Karna lho...

Zul ... said...

Bila mentari sudah muncul, itulah tanda berkah Allah ditambah sehari lagi buat kita!

Asyik tulisan alit Mbak soal mentari.

Tabik!