Friday, May 2, 2008

Lelaki di Ujung Senja

Ia datang dengan tiba-tiba
Melibas derasnya arus peradaban
Ada seikat mawar di tangannya
Di ujung sore yang mempesona
Ia datang bersama senja
yang menaungi persada
Tajam tatapan matanya
Menusuk jantung cakrawala
Ada geliat luka yang terbaca
Di gurat keras wajahnya
Senja mengalun redup
Ia berjalan dalam langkah yang semakin menjauh
Meninggalkan kuntum-kuntum mawar
Yang kelopaknya jatuh berguguran
"Kemana perginya ia? Seorang lelaki berkalung kemilau senja"
seseorang tiba-tiba bertanya
"Ia hilang ditelan senja"
begitu saja
Ketika kutersadar ternyata
ia datang dengan sisa-sisa cinta
yang mulai mengering dalam genggaman waktu
tapi ia telah berlalu
bersama senja yang membawanya
menuju kelamnya gulita

Solo, 2 Mei 2008

10 comments:

yati said...

aku suka puisinya, tapi isinya menyakitkan :(

langitjiwa said...

lalu,aku datang pada senja untuk mengucapkan salam kenal dariku langitjiwa.....

venus said...

puisi cinta? ehm ehm...:D

wkurniawan said...

jadi dia datang lalu hilang begitu??? arghh... yang kayak gini nih kadang bikin hati teriris-iris (halah..)

ndahdien said...

kenapa ya... terkadang.. stelah kepergiannya baru disadari cinta yang pernah ditebarkannya.. hiksss

mpokb said...

wah wah.. mungkin kalo kata ABG, ini namanya CLBK. cinta lama bersemi kembali. hehe, sok tau ya saya.. maap, maap.. ;)

stey said...

sedang berharap lelaki senjaku untuk tidak melangkah pergi dulu..
masih ingin menghabiskan waktu dengannya..

-Fitri Mohan- said...

puisinya merasuk dan menusuk. wow, so wow.

Anubis-chan said...

Puisi kadang mencerminkan isi hati sang penulisnya. Apa iya kamu lagi ditinggal someone? =P

Silly-stupid said...

Duhhh, puisinya keren banget...
tapi kalian semua kok sama2 ngomongin senja...

Apakah ini orang yang sama dengan senjanya ndoro kakung dan senjanya mbok venus... atau senjanya mas Sena Gumira???

hahahaha... Senja laku juga yach... kenalan dong :D

*ditabok karena merusak senja*

btw, salam kenal ya mbak,

Silly