Wednesday, June 11, 2008

Hakikat Sebuah Peran

Sejak dua minggu lalu ada sebuah pertanyaan yang mampir di kepala saya. Saat saya menerima sebuah undangan untuk mengikuti seleksi TOT (Taraing For Trainer) di Intitusi tempat saya mengajar. Bukan hanya saya yang heran, banyak orang di sekitar saya yang juga mempertanyakan. Bagaimana mungkin nama saya bisa masuk dalam daftar 41 orang yang terpilih dari sekitar dua ratus orang yang terdaftar di institusi tersebut. Tapi di manapun, kapanpun pasti ada pihak-pihak yang tak terpuaskan. But it's ok, that's life.
Dan dalam waktu tiga hari yang lalu diadakan test, mulai dari kemampuan bahasa Inggris, kemampuan interpersonal, kemampuan berbicara, dan macam-macam lagi. Hasilnya nanti masih akan diseleksi lagi menjadi 20-an orang.
saya bukan termasuk orang yang ambisius untuk mengikuti hal tersebut. Makanya, ketika saya diwawancara kemarin, saya menyatakan keberatan. Karena saya tidak bisa membayangkan, jika seorang guru menjadi trainer di bidang pendidikan, dan harus meninggalkan pekerjaan. Tapi selalu saja, kata-kata saya dimentahkan. Whatever.
bagi saya dengan mengajar dan bertemu anak-anak adalah segalanya, memberikan sedikit yang saya punya, dan belajar lebih banyak lagi dari mereka. sangat memuaskan batin saya.
saya tidak ingin hal semacam itu menimbulkan konflik. Pada akhirnya, setiap orang mempunyai peran masing-masing yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Jadi maaf sekali, mungkin saya memang lebih baik berperan sebagaimana saya mestinya. Sebagaimana matahari yang senantiasa terbit di pagi hari, menyinari sepanjang hari. Dan harus terbenam di sore hari. Karena begitulah hakikat hidup bagi saya. Berusaha menjadi mentari, dan belajar menyinari setidaknya bagi hidup saya sendiri. Dan lebih indah lagi bila bisa memberi arti bagi yang lain.

4 comments:

ciplok said...

GO GO GIRL

Hedi said...

maju terus, may...biar bisa jadi nomor 1 dari 41 :D

axal said...

kadang bumi lebih membutuhkan mendung dan hujan.
untuk mengairi sawah ladang, mencukupi sumur-sumur penduduk,
menyeimbangi terik matahari.
dan...bagaimana seorang guru memberi sedikit dan meminta banyak dari muridnya?
hidup bukan untuk memaksakan keinginan...
seberapa besar sih bagianmu untuk menjustifikasi bahwa apa yang kamu lakukan itu baik?

MAY'S said...

@axal : mungkin saya tak tahu seberapa besar bagian saya, tapi saya mengerti murid-murid saya mengerti hakikat keberadaan saya. Itu cukup bagi saya.