Thursday, June 19, 2008

Surat Kepada Teman

Kutulis surat ini di sini, karena aku tahu kamu tak mungkin membacanya. Jikapun sampai kau membacanya akan ada lebih banyak alasan untukmu menerima pilihanku. Aku tahu dan menegrti kapasitasku sebagai seorang maya. Hasil test kemarin sudah keluar, dan aku lolos. Tapi tetap saja ada yang janggal. Bukan, bukan berarti aku seorang pengecut. kamu sendiri mengerti, aku mampu menghadapi kenyataan yang paling pahit sekalipun. aku hanya merasa di mana lagi tempat seorang guru selain berada di antara murid-muridnya?
Bukan, bukan juga karena aku tidak concern dengan dunia pendidikan. Namun bukankah sedari awal sudah kusampaikan, bahwa banyak cara yang bisa dilakukan untuk dunia pendidikan selain menjadi pemikir dan motivator, aku lebih merasa "hidup" ketika menjadi pelaksana. Bukan obyek, karena kita tidak sedang bicara tentang subyek atau obyek. Aku merasa memiliki nafas ketika berada di ruang kelas, bukan ruang konferensi. Menghadapi anak-anak, bukan guru mereka. Karena siapa yang akan berada di antara anak-anak ketika semua melangkah ke sana? Bukankah pohon memiliki tiap bagian-bagiannya? Tidaklah semua menjadi bauh atau bunga, namun harus ada akar, batang dan daunnya. Ku tutup surat ini dengan sebuah puisi yang kupinjam dari Taufik Ismail :

KERENDAHAN HATI
(Taufik Ismail)
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput,
tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya....
Bukan besar kecilnya tugas
yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu....
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri


14 comments:

ciplok said...

lulus?
wow, congrat may!!!

MAY'S said...

@ciplok : iya, saya lulus, tapi resign..
ada hal lain yang lebih penting bagi saya Ve....

andri said...

wah banyak blogger yang dah pada lulus ya.. aku kapan lulus nya.. hiks hiks hiks.. :(

Urip Herdiman Kambali said...

Lulus apa Mays?

Eh, gue lihat blog lo yang tiga, banyak juga ya. Apa gak pusing ngurustiga anak? Hehehe...

MAY'S said...

Lulus test buat jadi trainer... tapi saya udah resign kok...
ada hal-hal yang saya gak bisa masuk di dalamnya..

Iya, habisnya lom punya anak, makanya ngurus anak-anakan.. he..he...

freakyminds said...

lulus apaan mbak?

MAY'S said...

@dewi :Lulus test buat jadi trainer untuk para guru, tapi saya resign kok...

mpokb said...

salut non may.. memang sebaik2nya guru adalah guru yang mendampingi muridnya ;)

ndahdien said...

selamat berjuang bu guru, kalo banyak tenaga pendidik ka' panjenengan tentunya kualitas kehidupan generasi mendatang akan jauh lebih baik. Keep Fight!

MAY'S said...

@ ndahndien : Amin... Thanks...

silly said...

kok resign lagi??? kenapa??

jadi guru itu enak. Saya pernah jadi guru disebuah playgoup Intrnational school... anak2nya sungguh2 menyenangkan... bener deh.

Anak2 ini sangat menikmati belajar melalui bermain... sementara pola didik kurikulum indonesia sangat teoritis sekali, beda dangan kurikulum luar, yg sangat mengutamakan multiple inteligent, bahwa tiap anak punya talenta untuk jadi the best in what they field they like.

MAY'S said...

saya masih tetep jadi guru, saya resign dari proyek yayasan yang mau menjadikan saya bagian dari team trainer yang akan memberi training pada guru-guru yang lain.
nah, saya ndak mau kok jadi gurunya guru, saya feel free dengan jadi gurunya anak-anak.
Sampai sekarang saya masih jadi guru SD kok mbak

fahrizalmochrin said...

saya jadi ingat tentang guru sd saya dulu hingga sekarang wajahnya masih ada dikenangan. yang mengajarkan penuh kasih sayang...

MAY'S said...

@fahrizalmochrin....
:)