Wednesday, July 23, 2008

Lagu untuk Seruni

Seruni kecil, melangkah pelan. Ada galau yang bersemayam di beningnya....
Di tengah deru motor jalanan, di antara gerbong-gerbong kusam
Lelah menampak di bening matanya
Mengisyaratkan resah
Tentang berapa rupiah yang akan didapatnya

Bunyi klakson mengagetkannya,
Ia melompat pelahan ke trotoar jalan
Sebuah mobil besar, dengan beberapa gadis kecil seusianya,
riang bernyayi dengan seragam warna-warni
Seruni kecil menunduk...
Andai aku yang berada di sana....
bisik kecil hatinya...
Berapa tahun sudah berlalu, semestinya ia sudah kelas lima SD sekarang
Siapa yang menyangka, ia terjebak di jalanan ibukota

Dibawanya langkah berlalu
dari bising dan deru perempatan jalan...
Kakinya menuju sebuah halte
Terdiam ia di sana
Merenungi kepedihannya, merenungi rasa lapar yang kian melilit perutnya

"Ini, sekerat roti yang kudapat tadi pagi", sebuah suara mengagetkannya.
Rudi rupanya, pengamen setahun diatasnya...

Diterimanya roti yang warnanya mulai berubah karena jamur itu dengan tatapan penuh terima kasih.

Rudi tersenyum...
Jauh di lubuk hatinya ia ingin bukan hanya roti yang diterima Seruni.

Kita masih punya banyak waktu, adik kecilku..
Semoga kelak kita masih dapat meraih ilmu, seperti inginmu selalu....


Sebuah catatan penutup hari...
Selamat hari Anak..
Semoga Seruni-Seruni dan Rudi-Rudi kecil yang berada di seantero negeri ini dapat merasakan keindahan hari ini....

Tuesday, July 15, 2008

LURUH

Bukankah pernah kukatakan padamu? Bunga yang mengering itu akan terbang jauh tertiup angin. Melayang dan semakin jauh. Bukankah pernah kukatakan padamu pula, bahwa suatu saat angin akan berubah haluan?

Sekarang kau datang padaku dengan membawa luka yang mengering. Bisa apa aku? Tak ada hal lain yang dapat kulakukan selain diam, mematung dan menghela nafas panjang.

Baiklah, sekarang pilihlah jalan yang kau inginkan...

aku hanya bisa memberikan doa

seoga semua baik-baik saja