Friday, October 31, 2008

ADA

ADA
ada gerimis kecil-kecil
di kuntum rekahnya pagi
ada harummu
di antara harum kopi pagiku
hutan begitu jauh dari pandanganku
namun harummu menyerbak di sekelilingku
ada gerimis kecil-kecil
di awal hariku pagi ini
ada rindu yang kutitipkan lewat angin
saat langit menampakkan warna kelabu
semoga tidak dengan hatiku
ada gerimis kecil-kecil
saat telepon berdering
dan terdengar manis sapaanmu

Friday, October 24, 2008

Tentang Anak-anak yang belajar menulis

Beberapa waktu yang lalu, ketua yayasan memanggil seorang teman dan menantang beliau untuk mewadahi anak-anak yang memiliki bakat dalam dunia tulis-menulis. akhirnya dalam kondisi yang berdesak-desakan dengan berbagai agenda kegiatan sekolah teman tersebut berusaha mewujudkan tantangan tersebut. Kebetulan saya termasuk salah satu yang diajak untuk menggembleng anak-anak tersebut dengan salah seorang teman lain.

Awalnya kami mengira tidak akan banyak anak yang tertarik. Ternyata dalam tahap seleksi banyak sekali anak-anak yang berminat. Dengan seleksi yang ketat akhirnya terpilih sekitar 50-an anak dari berbagai kelas.

Menumbuhkan kecintaan dan kebiasaan anak untuk menulis bukanlah hal yang mudah. ada saja hal-hal yang lucu terjadi di sana. Kami hanya memiliki satu jam pelajaran di hari Jum'at, di sana kami tidak menyampaikan teori-teori tapi hanya mengarahkan anak-anak dengan TP. TP adalah tugas penulisan yang harus mereka kumpulkan pada minggu berikutnya. Di hari Jum'at tersebut biasanya kami gunakan untuk membahas karya terbaik, atau berkonsentrasi pada suatu tema penulisan tertentu.

Dalam perjalannya, AWC atau Al Firdaus Writing Club sudah membuat kurang lebih lima buah TP. TP 01 cerita khayalan, TP 02 Surat kepada Koruptor, TP 03 Tulisan tentang lingkungan hidup, TP04 Kliping tentang Global warming dan TP 05 Jika aku menjadi Presiden...

Tidak semua TP dapat dipostingkan karena awal kemunculan blognya kami sedikit mengalami kesulitan karena keterbatasan waktu dan jumlah pengajar yang hanya tiga orang. Namun ke depan Insya ALLAH akan mencoba istiqomah dalam mengupdate hasil karya anak.

Ternyata di TP 05 banyak sekali hal menarik yang dituliskan anak di sana. Lebih jelasnya, silakan bertandang ke TAMAN kecil para calon penulis masa depan. (www.penuliscilik.blogspot.com )

Thursday, October 23, 2008

SAJAK RINDU II

Menetes rindu
satu satu
sore itu

saat langit melukiskan warna merah saga
dan camar laut berarak
menuju pulang

menetes rindu
satu satu
sepanjang perjalananmu
lalu kutulis namamu
di ujung koridor waktu

menetes rindu
satu satu

SAJAK RINDU I

:Budi Bodhot Riyanto

Menetes rindu
satusatu
sore itu

Saturday, October 18, 2008

UNTITLED

Kusapu ombak yang membelai wajahmu
Ketika angin membawa kabar ke hilir
dinding-dinding pecah
jendela-jendela kaca terbelah
dingin menyentuh ubin rumah

kuseret perahu yang terdampar di pantaimu
kala pasak terbenam jauh
di kedalaman buih

dan pada gelombang yang menghantam karang
kukecup asinnya lautmu

Wednesday, October 15, 2008

Fatamorgana

Semua masih tetap sama. Sebentuk hati yang terlahir untuk mencintai. Seperti irama hujan yang turun satu-satu sore itu. Kala hari menjemput senja.
Saat aku berdiri di jalan setapak itu. Menyusuri sisa-sisa masa lalu. Terbayang wajah-wajah kita tertawa, menari dan bercanda di jalan itu jauh di lekuk masa lalu.
Ada sebentuk gambar tentangmu juga, agak kabur memang. Tapi aku masih bersyukur bahwa aku masih bisa tersenyum mengenangnya.
Semua masih tetap sama. Angin yang meniupkanmu ke hilir. Menyisakan perih yang harus kulewati di rengas waktu kala itu. Meski waktu berlalu, namun ternyata aku masih di sini. Dengan setia merajut angan-angan yang pernah tergulir di hadapan kita. Tapi aku tak hendak hanya menunggu saja. Aku pun telah banyak menulis kisah, yang terpampang di ruas-ruas tanah sawah, dinding-dinding kota, panggung-panggung pementasan. Kamu pun bisa membacanya di ruas-ruas jalan tanah yang becek terkena hujan. Sebagian bahkan sudah diterbangkan angin. Mungkin ke hilir, menyapamu di jenak yang aku tak pernah tahu.
Semua masih tetap sama. Meski kau tak lagi ada. Meski sudah lama berlalu sejak layar diturunkan dan lampu-lampu dipadamkan. Kau tetap tak pernah menjelma. Selamanya.
Biarlah waktu mengaburkan tiap jejaknya. Dan aku masih akan tetap menuliskan kisah.

Friday, October 10, 2008

Sebuah Renungan

siapa yang menduga tentang akhir hidup seseorang?
Siapa yangtahu masih berapa lama lagi waktu yang kita miliki untuk menyayangi dan mengasihi orang-orang tercinta kita? memegang tangannya, bersandar di peluknya, merangkai cita-cita bersama.....
Belum lama berlalu saat lebaran, kami masih saling saling bertukar sapa, menuai janji untuk bertemu lebaran berikutnya. Tentang rencana-rencana di pertemuan selanjutnya. Tapi kabar yang baru kami terima kemarin seakan petir yang menggelegar di kepala kami.

suami kakak perempuan kami, meninggal karena kecelakaan di Padang.
meninggalkan seorang istri dan dua anak-anak manis, yang tak tahu apa-apa.
padahal baru hari pertama kerja, padahal baru saja dinaikkan pangkatnya....

Lalu mendung menggayut ketika kami tunggu kepulangan jenazahnya. Dalam hati masih berharap semoga bukan sebuah kebenaran.

Namun suratan takdir sudah menentukan. Ketika peti jenazah benar-benar tiba. Siang yang berangin, mendung yang menanti hujan. Tangisan pilu menyayat....

Lalu bumi seakan menangis, ketika tetesan hujan datang selepas pemakaman.

siapa yang dapat menduga akhir hidup seseortang? Ketika semua harap dan rencana tak terwujudkan. Apa yang ditinggalkan?



Ya Rabb... apa yang sudah kumiliki untuk menghadap-MU?

Semoga peristiwa ini dapat memberi peringatan bagi kami, untuk senantiasa mempersiapkan diri...


Banyak cinta, banyak doa...


In Memoriam Sulardi
Semoga segala amalan diterima oleh-NYA, semoga semua dosa diampuni-NYA, diberikan tempat terbaik di sisi-NYA