Friday, October 10, 2008

Sebuah Renungan

siapa yang menduga tentang akhir hidup seseorang?
Siapa yangtahu masih berapa lama lagi waktu yang kita miliki untuk menyayangi dan mengasihi orang-orang tercinta kita? memegang tangannya, bersandar di peluknya, merangkai cita-cita bersama.....
Belum lama berlalu saat lebaran, kami masih saling saling bertukar sapa, menuai janji untuk bertemu lebaran berikutnya. Tentang rencana-rencana di pertemuan selanjutnya. Tapi kabar yang baru kami terima kemarin seakan petir yang menggelegar di kepala kami.

suami kakak perempuan kami, meninggal karena kecelakaan di Padang.
meninggalkan seorang istri dan dua anak-anak manis, yang tak tahu apa-apa.
padahal baru hari pertama kerja, padahal baru saja dinaikkan pangkatnya....

Lalu mendung menggayut ketika kami tunggu kepulangan jenazahnya. Dalam hati masih berharap semoga bukan sebuah kebenaran.

Namun suratan takdir sudah menentukan. Ketika peti jenazah benar-benar tiba. Siang yang berangin, mendung yang menanti hujan. Tangisan pilu menyayat....

Lalu bumi seakan menangis, ketika tetesan hujan datang selepas pemakaman.

siapa yang dapat menduga akhir hidup seseortang? Ketika semua harap dan rencana tak terwujudkan. Apa yang ditinggalkan?



Ya Rabb... apa yang sudah kumiliki untuk menghadap-MU?

Semoga peristiwa ini dapat memberi peringatan bagi kami, untuk senantiasa mempersiapkan diri...


Banyak cinta, banyak doa...


In Memoriam Sulardi
Semoga segala amalan diterima oleh-NYA, semoga semua dosa diampuni-NYA, diberikan tempat terbaik di sisi-NYA

11 comments:

siwoer said...

semoga arwahnya diterimqa allah swt. amin

ciplok said...

turut berdua, May!
natalan aku ke solo

mpokb said...

turut berduka cita non may. semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, diampuni dosa-dosanya.. juga semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan untuk mengikhlaskan kepergian beliau, amin..
-- mumpung masih bulannya, mohon maaf lahir batin juga ya..

astrid savitri said...

Sampaikan simpati saya pd keluarga yg ditinggalkan.

Pd minggu yg sama, saya kehilangan seorang paman dan seorang sahabat, keduanya diminta Tuhan utk tinggal ditempat yg lebih baik..

Urip Herdiman said...

Ikut berduka cita yang sedalam-dalamnya.

axal said...

turut berduka may..
hidup itu singkat saat kita berguna bagi kehidupan sesudah hidup.
lipat payung, pilih tiketmu.

ndahdien said...

Semoga semua amal baik beliau diterima dan dosanya diampuni Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Met lebaran, mohon maaf lahir dan batin.

Raffaell said...

Hidup, datang dan pergi, ntah waktunya kapan, di setiap nafas yang sementara kita pinjam di dunia

-Fitri Mohan- said...

turut berduka cita yang sedalam2nya. yang tabah ya jeng :)

yati said...

turut berduka mbak...semoga yang ditinggalkan diberi kekuatan, Amin

Anonymous said...

ikut berduka yang sangat, May.
Semoga kakak tabah menerimanya, juga untuk hari-hari sesudahnya. Amin.

--durin--