Wednesday, November 5, 2008

KENANGAN

1//

November selalu menyisakan tanah yang basah.
Seperti juga gerimis kecil-kecil di awal hari ini.
Meski tiada satu hal pun yang berubah.
Aku, waktu dan kenangan tentangmu.

2//
Pernah ada masanya, di mana kita sangat percaya
bahwa jauh di luar sana ada hidup yang begitu berwarna.
Namun tak sedikitpun waktu menuntun langkah kita ke sana.
Masih teringat jelas ketika kau ucapkan kata-kata
bahwa semestinya kita yang meloncat ke sana.
Ke sebuah dunia yang penuh warna.
Kau begitu tegas dalam mengucapnya.
Dengan pijaran bintang di kedua matamu.
Ada nyala semangat di sana.
Lalu kauulurkan tanganmu.
Menarik aku.
“Ayo, kita lampaui waktu itu!”,
ucapmu sembari tangan kananmu menunjuk jauh ke depan.
Dunia penuh warna, katamu.

Namun aku tak hendak beranjak.
“Aku di sini saja”, kataku.
Menikmati angin, bunga-bunga rumput,
hujan yang sesekali turun di sela-sela November.
“Lihat! bahkan mataharinya pun hangat menenangkan”, ucapku pelan.
Kau terdiam, menatapku tajam.
“Bukankah kita sudah sama sepakat?
Melangkah ke sana, Dunia yang penuh warna?”
Tapi aku mencintai tanah ini.
Dunia yang kumiliki saat ini juga bertabur warna pelangi.
“Aku tak hendak pergi”, ucapku lagi.
“Kalau kau tak pergi, mungkin kita tak pernah bersua lagi”, ucapmu lirih.
Kulihat bintang di matamu meredup.

Terlalu banyak yang tak pasti.
Hingga kita masih harus saling mencari, kataku.
Kaupun diam membisu.
Bintang itu benar-benar telah redup.
“Aku tetap akan pergi!”
Lalu kau berdiri tiba-tiba.
Melompat cepat dan sekejab hilang dari pandangan mataku.
Bahkan jejakmupun tak bersisa.
Angin berdesir pelahan.
Membawa langkah menjauh pelan-belan.
Tak mengapa, jika memang mesti tak bersua lagi.

3//
November basah.
Gerimis yang turun kecil-kecil awal November ini
membawakan seikat kenangan akan waktu, dan sedikit tentangmu.
:Episode hidup yang berlalu.

8 comments:

mpokb said...

hujan memang bisa membangkitkan kenangan dan menimbulkan inspirasi ya non may.. ;)

CeritaNit said...

memang bukan jodoh kali...alah sok teu ya..

Anonymous said...

aku juga banyak menyimpan kenangan lewat hujan. Termasuk di antaranya kenangan akan ritual menguras rumah tiap kali hujan deras tak kunjung berhenti. :D

--durin--

mata said...

yang jelas november memang bulan penuh cinta. bagi saya lho ini... :)

yati said...

ada apa? kok saya merasa agak2 nyeri ya bacanya?

MAY'S said...

@yati : tidak ada apa-apa tapi lagi ada masalah dengan pekerjaan, pembuat kebijakan yang tidak bijak! Menginjak-injak mereka yang lemah. Dan Damn, saya gak punya kekuatan apa-apa untuk membantunya... SeSAK di dada!

Anonymous said...

well, it's easy to say :
everyone will find a way...
bijak memilih saat hati selangkah di depan,
well, apa beda orang bijak sama orang sukses ya


masalalu.co.id

adikhresna said...

KENANGAN CINTA ITU...

Mengenangmu, hanya menyisakan bulir mata berair
Sedalam itu kau hunjamkan cinta itu

Lamunanku buyar seiring lagu terpurukku di sini.
Syairnya bak sembilu bagiku

Tak ada yang salah darimu.
Karena semua berakhir karenaku jua.

Kini, hanya kenangan cinta dari yang masih ada di sini [hatiku]

....
Arini