Friday, November 7, 2008

MENGAPA

Mengapa mesti saat ini,
Saat aku bergumul dengan pembuatan soal dan kisi-kisi ulangan umum kenaikan kelas? Mengapa mesti saat ini,
Saat sibuk mengejar deadline proposal kegiatan lomba penulisan?
Mengapa mesti saat ini,
Ketika persiapan panitia Idul Adha sedang sibuk bekerja?
Mengapa mesti saat ini,
Ketika dua buku Armijn Pane dan Hamsad Rangkuti belum habis kubaca lagi?
Mengapa mesti saat ini,
Saat banyak sekali hasil ulangan belum dikoreksi?
Mengapa mesti saat ini,
Keinginan menyusuri waktu lalu itu datang lagi?

Ah, mungkin karena sms dari seorang teman lama,
yang padanya - dulu - pernah kutitipkan sebuah asa.

Mungkin juga karena email tiba-tiba dari seorang teman,
yang dengannya - dulu - ada banyak cerita yang menyenangkan.

Atau karena sms dari dua sahabat yang lain,
yang ternyata dapat meraih mahligai bersama di kemudian hari.
Berdua, akan hadir ke Solo sabtu ini.
Setelah lebih dari sepuluh tahun berlalu

Ah, mengapa mesti sekarang ini?
Dan segala kerinduan itu menyeruak - Sesak.

4 comments:

Balisugar said...

apakabar ? lama gak mampir sini, nanti aku undang ke blog baruku yah masih dibikin.

Salam manis

Anonymous said...

open the case...
banyak warna di luar kotak sana,
banyak kesempatan yang hanya bisa kita sesali,
jika sepuluh langkah ke depan kita hanya menghitung genap sepuluh.

Michael Siregar said...

hai...
Salam kenal saya Michael Siregar di Amerika, salam persahabatan dari saya.

yati said...

yah, tamu di saat yang ga tepat ya? saya sering banget gini...kalo orang lain bilang: tiba masa tiba akal. kalo gw bilang: tiba masa, selalu ada keajaiban yang datang