Monday, November 17, 2008

Pandangan Yang Sama

Sepucuk surat undangan datang siang itu. Nama yang terpampang di dalamnya tidak asing. Adik tingkat mas Budi sewaktu kuliah dulu. Kebetulan kami, antara dia dan saya – setelah beberapa tahun berlalu, bertemu kembali sebagai rekan kerja. Ia bekerja di sebuah kantor penerbitan di Solo, suatu kali pernah saya memasukkan naskah ke sana. Dan kami bertemu kembali.

Saya mengenalnya sejak saya mulai memiliki hubungan khusus dengan mas Budi, sekitar tujuh atau delapan tahun yang lalu.

Kemudian, sekitar dua tahun lalu, si pengirim undangan bertemu dengan kami berdua, ia bertanya : Bagaimana sih caranya, menjaga pandangan?
Saya mengernyitkan alis saya.
Mencintai orang yang sama setelah bertahun-tahun tapi tetap memiliki pandangan yang sama?
Maksudnya apa?
Saya melihat cara mbak memandang mas Budi tak pernah berubah sedikitpun sejak tujuh tahun lalu, ucapnya.
Masak sih? Tanya saya lagi.
Kemudian ia bertanya lagi, apa bisa ya, saya bertemu dengan orang dengan pandangan yang tak pernah berubah?
Saya bilang padanya, pandanglah dengan mata hati, maka segalanya akan tetap sama.

Sabtu malam kemarin, dalam hujan yang tak berhenti. Kami menghadiri perhelatan yang diadakan keluarganya.
Saya tersenyum, menyalaminya. Sambil berbisik, Sudah kau temukan orangnya?

Selamat semoga meraih kebahagiaan selamanya.

10 comments:

yati said...

oh, jadi akhirnya temennya nikah, mbak? gimana caanya dia bisa yakin kalo yg dinikahinya itu udah sesuai? hehehe....dalem nih keknya pertanyaannya

neng said...

hati nggak pernah bohong ya mbak...

MAY'S said...

@yati : ya, memandang dengan mata hati dong ya...

MAY'S said...

@neng : iya, hati emang gak bisa bohong

ciwir said...

maksudnya memiliki pandangan yang sama mungkin, yang dipandang mung itu2-nya saja huahhaaa....
btw,
aku nyang magelang saiki mbak...

hanny said...

ah, jadi ingat sebuah paragraf yang saya baca di seri chicken soup for the soul jaman dulu. hal-hal yang paling indah di dunia itu biasanya dilakukan dengan mata terpejam ;)

MAY'S said...

@ciwir : po iyo ya?

MAY'S said...

@hanny : Nice ...

ciplok said...

aku jadi berpikir balik pada diriku sendiri, apakah selama ini aku berpandangan sama dengan suami?

MAY'S said...

@ciplok : ah... kau ini...