siapa yang menduga tentang akhir hidup seseorang?
Siapa yangtahu masih berapa lama lagi waktu yang kita miliki untuk menyayangi dan mengasihi orang-orang tercinta kita? memegang tangannya, bersandar di peluknya, merangkai cita-cita bersama.....
Belum lama berlalu saat lebaran, kami masih saling saling bertukar sapa, menuai janji untuk bertemu lebaran berikutnya. Tentang rencana-rencana di pertemuan selanjutnya. Tapi kabar yang baru kami terima kemarin seakan petir yang menggelegar di kepala kami.
suami kakak perempuan kami, meninggal karena kecelakaan di Padang.
meninggalkan seorang istri dan dua anak-anak manis, yang tak tahu apa-apa.
padahal baru hari pertama kerja, padahal baru saja dinaikkan pangkatnya....
Lalu mendung menggayut ketika kami tunggu kepulangan jenazahnya. Dalam hati masih berharap semoga bukan sebuah kebenaran.
Namun suratan takdir sudah menentukan. Ketika peti jenazah benar-benar tiba. Siang yang berangin, mendung yang menanti hujan. Tangisan pilu menyayat....
Lalu bumi seakan menangis, ketika tetesan hujan datang selepas pemakaman.
siapa yang dapat menduga akhir hidup seseortang? Ketika semua harap dan rencana tak terwujudkan. Apa yang ditinggalkan?
Ya Rabb... apa yang sudah kumiliki untuk menghadap-MU?
Semoga peristiwa ini dapat memberi peringatan bagi kami, untuk senantiasa mempersiapkan diri...
Banyak cinta, banyak doa...
In Memoriam SulardiSemoga segala amalan diterima oleh-NYA, semoga semua dosa diampuni-NYA, diberikan tempat terbaik di sisi-NYA