Tuesday, January 6, 2009

B A Y A N G

Pagi tadi ada semburat merah jambu di senyummu. Tak pernah kita menduga bahwa di sinilah muara. Senyummu bersenyawa dengan derai-derai cemara. Melagukannya dengan nada-nada khas yang menghanyutkanku kembali ke masa itu.

Menemumu kembali kini adalah sebuah keajaiban, membangunkan segenap diri yang sebelumnya terhampar dalam badai pasir yang mengerikan. Maka kusambut dengan senyum malu-malu.

Ah, tak juga berubah kita. Meski usia semakin bertambah angka.

satu hal yang tak berubah darimu”, bisikmu lembut.

“ya?”, tanyaku.

ketulusan itu”, sambungmu.

Ah, tidakkah ini tampak seperti keterpaksaan tepatnya?
Sementara hari berganti dan sang waktu terus mengayuhkan alunnya.

Tidak, ini bukan seperti yang kau baca.

“kamu tahu…. Aku tak hendak menunggumu”, kataku akhirnya.
“jika kau temui aku sendiri pada akhirnya, itu hanya karena aku tak ingin merajut kehampaan dan kesia-siaan. Semetara bayangmu selalu hadir dan mengalir di antara lorong-lorong kehidupan yang kulalui”, akhirnya terungkap sudah semua yang kusimpan rapat-rapat di waktu itu.

Kamu terdiam. Aku juga. Matamu jauh menerawang jauh, tak tergapai olehku.

maaf… tak pernah kukira akan begini jadinya. Bagaimana rasanya?”

Tak hendak aku menjawabnya.

Nuansa indah yang tergambar di awal pelahan memudar.
Karena tanya.
Ya, karena kau bertanya.

“Bagaimana rasanya menunggumu!?!”, aku ingin segalanya lebih jelas.

Ya, seperti apa rasanya”, wajahmu penuh ragu saat melontarkan tanya itu.

Tak lagi ada senyum merah jambu.

“Lalu bagaimana rasanya ditunggu!?!”

Maksudmu?”

“Ya, seperti apa rasanya ditunggu!?!”

Sungguh, aku hanya ingin menikmati perjumpaan ini tanpa rasa ngeri yang memburu dan menjadi hantu selama waktu hidupku. Bukan mencari pembenaran akan apa yang sudah terjadi dan telah terlewati.

Aku hanya ingin diam dan mengenang, menghanyut dalam lelagu dedaunan, menikmati gemericik air yang berjatuhan, menajamkan rasa akan suasana.

Denganmu.

Itu saja.

Hanya itu.

Jika setelahnya, kita akan berlalu.
Kau, dengan langkahmu.
Dan aku dengan jalanku.

Maka kita tak perlu saling mencari lagi. Karena kamu, aku telah ada dalam muara. Dengan cara yang berbeda. Maka biarkan semua tetap seperti adanya.

Tak ada sesal.

Takkan pernah ada.

24 comments:

nengjeni said...

a guy from the past? :D

MAY'S said...

@mbak jenni : aha sebenarnya iya, tapi tidak begitu persisnya, yang tertulis di sini adalah dramatisasi yang akan jadi draft dalam cerpen yang tengah saya buat :D

langitjiwa said...

selamat malam,mbak May
aku tadi barusan liat ada foto jenengan di warung puisi,hehe
kalau ada waktu mampir sejenak ke warung puisi juga,mbak.
cari nama: paundra.hehe
aku tunggu yah.
salamku

Mas koko said...

Ditunngu cerpennya :)

MAY'S said...

@langitjiwa, gak bisa posting ke sana aku...

@Maskoko : he..he... saya sukanya bikin draft banyak2 semunculnya ide mungkin jadi cerpen betulan 2 tahun lagi he..he...

rayearth2601 said...

wah..bagus ceritanya
tapi saya gak mudheng..
harus diulang lg neh bacanya

MAY'S said...

@rayearth2601: keep reading it, jangan dicerna mengalir aja mbacanya...
salam kenal ya

Ndoro Seten said...

Inikah sang pujangga duta masa depan?
salam kenal mawon...

MAY'S said...

salam kenal balik, saya sering berkunjung di tempat njenengan, tapi jarang comment xi..xi...

hanny said...

saya: seperti apa rasanya ditunggu?

dia: I'm flattered, gak nyangka ada orang yang bersedia menunggu saya sedemikian lama

;)

*hugs*

MAY'S said...

@hanny: saya masih menunggumu datang ke solo :D

Jay said...

Puitis banget---

MAY'S said...

@Jay...
Hm..... ;)

esha di birulangit said...

Ketulusan itu...ternyata luntur oleh waktu....luntur oleh keinginan-keinginan diri yang tak tercapai.....

MAY'S said...

@eshadibirulangit: mungkin juga luntur karena bahagia itu sudah dirasa dari mulanya...

ciwir said...

aku kan memang domisili di magelang mbak...
osi aku nggak due kontake. nek ada mbok aku dikasih. alamat blog juga boleh...

Ndoro Seten said...

Bayangan memang hadir seakan nyata, namun nyatanya bayangan itu senantiasa tiada pernah bisa dikejar, ya to?

MAY'S said...

@ciwir: no contact hape sama rumah ada di hapeku yang udah dicopet waktu masih di purworejo...
kalau email atau blog, ntar aku tanya anak2 yang masih sering contact sama dia

@Ndoro Seten : Hm... mengejar bayangan... bisa jadi judul baru tuh ... hi...hi....

yati said...

suit suit....mbak, ini beneran?

-Fitri Mohan- said...

wuahhh, yang ditanya siapa, yang kembang kempis kok aku, hehehehe.

keren oiii.

MAY'S said...

@yati : ehm... ehm.... beneran gak ya? ada benarnya dikit, banyak tidaknya, imaji liar nih...

@mbak Fitri : masak sih? wah jadi kembang kempis nih..:D

bias said...

masih bingung artinya apa, karena mungkin belum kenal ya...

kenalan dulu yak, salam kenal :D

noto said...

emang...
sekarang banyak blog yg berisi cerpen atau cerber.
Wah semangat lagi ya...

MAY'S said...

@bias : ayuk.....
salam kenal juga ya....
dan ini gak perlu dimengerti kok, sungguh!

@Noto : wah... ini bukan blog cerpen atau cerber sih, cuman sekedar coretan aja...
:)