Thursday, January 22, 2009

T A N Y A

:BR

Terbacakah?

Seluruh rindu yang mengalun,
mengayuh waktuku

membuatku seringan kapas,
menjelma angin
melayang mencarimu

menghirup nafas cintamu
memeluk hangat ragamu
lalu menyusup dalam darah
di tiap denyut nadimu

menyatu
denganmu

tanpa jeda
melebur sukma

Di sanalah aku berada
seperti seharusnya

21 comments:

CeritaNit said...

keren banget mbak puisinya...

-Fitri Mohan- said...

sudah pada level "menyesakkan dada" nih jenis rindunya. :-) pakabarnya? sehat selalu yaa.

tito said...

iyakah?..
:p

MAY'S said...

@tito: :P mau tahu ajah!!

@Fitri Mohan : Hm..... menyesakkan dada, ah ya..ya..ya...
kabar baik mbak...

@ceritanit : terima kasih, apa kabar di sana??

Urip Herdiman Kambali said...

Happy weekend, May!

Meidy said...

rindu kadang jadi membelenggu ya.. :) manis bgt puisinya, salam kenal..

MAY'S said...

@UHK : weekend yang melelahkan....

@Meidy : ah... ya..ya..ya..
manis? gula kali...

ciwir said...

weehhh... masih tetep bertanya mbak??
belum ketemu jawabbnya??to??

willy said...

selamat malam, saya mampir setelah jalan2 dr dunia lelembut. apa kabar mbak ?

MAY'S said...

@ciwir : kalau kita berhenti bertanya, pengetahuan kita bakal stagnan.. he..he..

@willy malam juga... kabar baik.. kamu juga khan?

Mas koko said...

Lagi kangen ya :)
puisinya bagus loh

mbak maya said...

Assalamu'alaikum ukhti. Salam kenal ya. Wassalam. PS : nama kita sama ya, hehehe.

gre said...

:) bu guru romantis juga.

MAY'S said...

@Mas Koko : iya...
@mbak maya: waalaikumsalam.... iya, sama...
@gre : apa kabar?

casual cutie said...

waow romantisssssssss

MAY'S said...

@casual cutie : Hm.... romantis di hujan bergerimis... hiiiiiii dingin

mpokb said...

rindumu terbaca, non may.. bisa melayang nih yang dibikinin puisi :D

frozzy said...

RINDU,... andai bisa merasanya lagi...

MAY'S said...

@frozzy : rindu bisa dirasakan kapanpun pada apapun, matahari, hujan, pekerjaan, senyum, tawa, tangis ataupun kenangan...

kaulira said...

kau ada yang lain ternyata...
kau boleh menyangkal
tapi hatimu bukan tanpa salah
kau pun tak merasa
karena dia hanya nyata sesaat
dalam lelah perdebatan
kau tak pernah membandingkan
karena selalu ada palung terdalam
untuk pembenaran
kau lelah sayang...
lelah melipur ketidaksempurnaan
sampan sudah berlabuh di
dermaga lapang.
sangat lapang.
kau tak butuh kesibukan atau
bertumpuk-tumpuk pekerjaan
untuk memaknainya sebagai hidup yang sempurna

MAY'S said...

@kaulira : Hm....