Monday, February 16, 2009

SAJAK I

Angin menderu
Saat ditasbihkannya namaku
Di atas gelepar ragamu

Jutaan badai pasir
Berhamburan dalam gema dzikir
Perahu terguncang di pesisir

Lalu diam diantara retak yang lindap
Kandas dalam peluh tak berdekap
Aku mematung dalam senyap

24 comments:

FaLLa said...

wahh puisinya bagus bangett..
suka bikin poetri yahh..???

lam kenal

Willy said...

Aku mampir lagi
menikmati sajak-sajak mu
saking nikmatnya.....
aku tidak tahan lagi.
hahahaha..........

hanny said...

senyap bicara. tanpa kata.
cuma sepi. menelisik hati.

life choice said...

lindap artinya apa sih?

*mampir*

Guh said...

nice sajak nih..
sip sip

salam kenal yach

MAY'S said...

@hanny: apa kabar, cantik? mana oleh2nya? :)

@lifechoice : buka kamus dunk :P

@gus : terimakasih. salam kenal balik..

Manusia Biasa said...

masak sampai mematung???

MAY'S said...

@Manusia biasa: iyua takjub gitu loh... bahasa puisi kan sah2 aja... he..he...

Choiri said...

Di waktu gemanya yang kau rasakan
Larikan ke arah tujuan
Yang sedang dinanti-nantikan
Penghulu seluruh alam

MAY'S said...

@Choiri : Hm.... boleh juga...

-Fitri Mohan- said...

jeng, apik banget...
berasa ikutan mematung dan senyap...

MAY'S said...

@FM : terima kasih mbak.....

wyd said...

ada dua hal yang mau dikomentari:
1. lindap artinya apaan yah? sorry kuper bahasa indonesia baku :)

2. kandas dalam peluh tak berdekap... pilihan katanya bagus banget tapi saya ga nangkep ada relation antara baris2 di atasnya dengan yang ini.

3. saya bisa pingsan karena bahagia dan derita berganti dalam selang waktu amat singkat jika saya yang berada dalam situasi seperti yang dikatakan puisi ini. puisinya bagus banget. banget-banget deh!

ciwir said...

mampir ahh...

MAY'S said...

@wyd : lindap menurut KBBI berari redup, samar, (mulai) kabur, kurang jelas, kurang dapat ditangkap maknanya.

(Lalu diam diantara retak yang lindap
Kandas dalam peluh tak berdekap)

pada bagian ini korelasinya adalah kediaman yang muncul setelah sebuah peristiwa yang menghentak, kemudian samar, menghilang dan kandas. dalam peluh tak berdekap di sini saya mengimajikan sesuatu yang tak menghasilkan apapun. Di atas segala peristiwa.

Pernah membaca tentang filosofi dari dansa rumba?? puisi ini sejenis dengan hal tersebut. mengenai kegairahan akan sesuatu, kemudian menghentas, dan kandas.

terima kasih :)

MAY'S said...

@ciwir : monggo, monggo....

Indra said...

hi... introduce..I am Indra..I am happy with your blog

MAY'S said...

@indra : Hi... juga... And I'm happy for ur comment...

kaulira said...

menyebut tasbih..
melupakan hakikat..
menjemput seteguk minuman
lalu kau lanjutkan sahara tak bertepi
ada yang tak sanggup menistakan
saat iman beranjak logika

MAY'S said...

@kaulira :
lalu di manakah letak logika?
jika iman telah menghujam di kedalaman muara??
inti hakikat cinta ternyata
terbentur pada mahligai rahmat-NYA

ciplok said...

ah!
indahnya
puisi ...

puisiku hampir mati, may

MAY'S said...

@cipliok : hidupkan lagi gema puisi!!!

life choice said...

tetep kreatif yaaaa... puisi yang bagus... :)

MAY'S said...

@life choice : terima kasih....