Thursday, March 12, 2009

SAJAK II

Di antara relung berpalung
Kala ombak bergulung
Kuserukan namamu
Namun hanya gaung
Yang tertangkap telingaku

Samar kutatap wajah sunyi
Tak jua letih batin mencari
Tapi hanya semburat senja
Yang menorehkan warna jingga

Berlari, menyusuri kelam
Lelah meronta menghentak sesak
Di antara relung berpalung
Kala ombak bergulung

4 comments:

kaulira said...

logika hanya dua puluh lima rupiah
di belakang sejumput kembang mawar
jualan untuk ziarah malam jumat..
mencari cuma pembenaran atas
paradoks logika dan muara iman
sarungkan pedangmu, kawan
lewatkan hari bersama iman
biarkan logika menanyakan pesan

MAY'S said...

@kaulira : Hm......... kapan2 kalau comment lagi tinggalkan jejak yang jelas!!!

wydpress said...

mbak, makin banyak saya membaca karya2 yang dipajang di sini, makin tahu saya gaya penulisan yang mbak gunakan. mbak mampu memilih kata2 lembut yang mengharu biru atau membuat hati klepekan (apaan yah kata ganti yang bagusnya? bingung nih). saya bisa mati kutu kalau diminta menuliskan puisi seperti itu :)

MAY'S said...

@wyd: ah... bisa ajah.... jadi tersunjang nih... sekarang saya yang klepek2 baca commenct sampeyan... :)