Wednesday, April 15, 2009

K I T A & H U J A N

KITA & HUJAN

Ri, kudengar rintik hujan turun
Diantara deru angin yang gemuruh
Aku terkesiap pada raut wajahmu
Yang tertinggal di ujung benakku

Kita tak pernah jauh
Meski ribuan waktu terkayuh
Menjurang jarak di antara aku dan kamu
Karena kata merangkai makna
Yang menautkan pertalian kita

Dan tangan kembali menarikan nyanyian hati
Maka kutuliskan syair ini
Untuk menuntaskan kerinduan yang meradang
Maka serukan hujan, Ri!
Keras-keras

Karena dalam hujan
Kita temukan kambali tempat bermain kita
Kita temukan tawa kita
Kita temukan kebebasan kita

Lalu ketika hujan tak jua reda
Langkah akan membawa kita ke dermaga
Melayarkan perahu kertas bersama
Saling seru saat perahu melaju
Dan kembali kaki kita berlari
Menyusuri keindahan hari

Ketika hujan benar-benar bersenyawa dengan kita
Tak ada lagi aku, kau dan hujan
Kita saling menjelma
Menjadi satu nyawa
Mengisi hari dan mengendapkannya

Ri, ketika tanganku lelah menari
Akan kupandang hari yang berlari dalam laju
Yang tak mampu aku beri kendali

Tuesday, April 7, 2009

T A N Y A

T A N Y A

Apa yang kau lakukan ketika dingin menjemputmu ke peraduan malam?
Menyerahkan lelah pada kantuk yang tak berujung gundah
Tak setiap malam kau hadir membawakan pelita.
Namun kali ini berbeda
Ada kilatan mata maha dahsyat menembus segala
Memancar
Berpendar
Menyapu jagad raya

Di manakah dirimu ketika angin mulai membelai sukma?
Adakah hadir di antara tiada?
Sebab tak kutemukan sapuan maha kuasa di kelopak matamu
Hanya letih yang terpasung kaku
Di antara kosongnya tatapan matamu

Aku mencarimu dalam hempasan gelombang
Di antara reruntuhan dan mimpi-mimpi usang
Dalam relung dan kesendirian

Di manakah kelam kelak kan bersemayam?
Ketika ujung bibirmu menelan akhir kepahitan
Tak satupun dari kita
Menemu tarian gulita

Kerna hanya angan
Yang menautkan pikiran