Tuesday, April 7, 2009

T A N Y A

T A N Y A

Apa yang kau lakukan ketika dingin menjemputmu ke peraduan malam?
Menyerahkan lelah pada kantuk yang tak berujung gundah
Tak setiap malam kau hadir membawakan pelita.
Namun kali ini berbeda
Ada kilatan mata maha dahsyat menembus segala
Memancar
Berpendar
Menyapu jagad raya

Di manakah dirimu ketika angin mulai membelai sukma?
Adakah hadir di antara tiada?
Sebab tak kutemukan sapuan maha kuasa di kelopak matamu
Hanya letih yang terpasung kaku
Di antara kosongnya tatapan matamu

Aku mencarimu dalam hempasan gelombang
Di antara reruntuhan dan mimpi-mimpi usang
Dalam relung dan kesendirian

Di manakah kelam kelak kan bersemayam?
Ketika ujung bibirmu menelan akhir kepahitan
Tak satupun dari kita
Menemu tarian gulita

Kerna hanya angan
Yang menautkan pikiran

10 comments:

suwung said...

kadang tanya tak perlu dijawab
karna

suwung said...

kadang tanya tak perlu
ketika bibir dah ketemu

MAY'S said...

@suwung : bibir siapa wung?

kaulira said...

hanya sebuah ketika,
ketika teman begitu berarti
ketika syahwat membaca getir setelah gelisah meraja
adakah ketika,
suara latar kapal berlabuh
membuatmu ingin bicara
karena tangan beku melambai
aku hanya masa kelam..
dari seorang teman
-----------------------
berapa banyak kau hitung masa lalu..
carilah teman yang sering kau baca
dan kau hitung,
hanya selangkah dari kantin, aku lupa apa kau sering hutang?

MAY'S said...

@kaulira : whatever u said lah....
toh kamu gak jantan ninggalin jejak..
Btw aku gak pernah utang SEKALIPUN!!!!!

mpokb said...

buat saya, mencari sesuatu yang ada di dalam diri sendiri itu paling sulit, non may..

wyd said...

lembut banget, may... serasa menyerap ke ubun2 deh

MAY'S said...

@mpok b : bagus itu berarti masih normal...

@wyd: Hm.. tengkyu....

freakyminds said...

menelan akhir kepaitan..berat sekali mbak...

MAY'S said...

@dewi : I mis u so much!!!!
where have u been?????