Wednesday, September 9, 2009

A R T I

Sebelumnya saya belum dan hampir tidak pernah memikirkan mengenai apa dan bagaimana kehidupan membawa saya mencapai apa yang saya miliki pada detik ini. Sampai saat semalam, ketika seseorang yang hanya saya kenal secara sekilas, menanyakannya.

Apa yang saya rasakan, apa yang ada dalam pikiran saya, tingkat kepuasan dan ketidakpuasan apa yang saya miliki.

Saya hanya terdiam.

Saya merasa dilemparkan dari tempat saya berdiri, dan dari alam sadar saya sendiri menuju sebuah dimensi yang lain. Kemudian saya yang berasa di luar diri saya itu melongok ke bawah, pada tempat di mana saya tengah berdiri diam. Mengamati dan merasakan sensasi yang berbeda. Sekejab kemudian, dimensi itu mengembalikan saya kembali ke dalam tubuh saya.

Saya menatapnya sesaat.

"Hidup" jawab saya pelan
"Hidup dan menghidupi" kata saya lagi, lebih tegas dari sebelumnya.

Seseorangitu, yang saya kenal secara sekilas saja, yang sangat saya hormati sebagaimana suami saya menghormatinya itu tersenyum.

"Kamu seorang yang realis" jawabnya.

Meski tak menangkap seluruh maksud dari kata-katanya. Saya merasakan sebuah beban terangkat dari batin saya. Membuat saya merasa betapa banyak sekali karunia yang sudah diberikan kepada saya. Betapa rasa syukur ini seakan selalu masih belum sempurna terpanjatkan.

Betapa sesuatu, perhatian, perkataan, pemberian atau apalah, sesederhana apapun.. sekecil apapun hal tersebut akan memberikan pengaruh luar biasa kepada seseorang.

Pesan itu yang tertangkap oleh saya. Dan saya merasa bersyukur sekali atas setiap peristiwa yang saya lewati, dan apapun yang mengiringinya.

Terima kasih, untuk bincang-bincang singkat yang mengayakan batin....

2 comments:

Ksatrio Wojo Ireng said...

acapkali kita merenungkan apa yang terjadi.. semakin jelas bagi diri akan perbaikan yang perlu dibuat kedepan.. hanya merekalah yang mengkaji ulang apa yang telah terjadi agar berhati-hati di masa depan - yang mampu terus dapat menjadi sumber kehidupan bagi orang lain..

terima kasih atas tulisan yang satu ini..

MAY'S said...

@KWI : Ya.. sebuah perenun gan bagi saya sendiri. Ternyata semua tindakan dan perilaku kita, perkataan, perbuatan semua akan memberikan imbas atau pengaruh kepada sekitar kita...
Untuk itulah kenapa kita mesti berbuat baik, agar kebaikan senantiasa mengiringi langkah kita. Begitu kira-kira.