Aku berdiri tegak
Menatap serpihan angan yang menyebar
Mengenangmu di tapal batas kota
pada senyap yang menjaga dermaganya
Terlalu pagi untuk bermimpi
terlalu dini mengitar sepi
namun masih tersisa jejak langkah
yang tercetak di tanah basah
laut begitu tenang tak bergejolak
hamparan pasir membentang tanpa gerak
sepi menjemput kala malam berpagut
dingin berselimut kabut
3 comments:
wuiiih masih rajin nulis puisi. mantabs :)
@Mbak Venus : Iyahhhhhhhh masih suka bangets.. malah...
pa kabar???
wah puisinya...jadi pingin bikin ikutan nulis puisi, lama gak kunjung ke sini. budies.co.nr
Post a Comment