Monday, January 25, 2010

B I R U

Kehidupan selalu memiliki cara untuk mennjukkan keberadaannya. Dan satu demi satu potongan-potongan hidup akan saling mencari kaitannya, menunjukkan sebuah keutuhan. Saya termasuk orang yang percaya bahwa apapun yang pernah kita lakukan di masa lalu akan memberikan pengaruh dalam kehidupan kita selanjutnya. Baik langsung maupun tidak langsung. Contoh sederhananya adalah pekerjaan yang kita peroleh saat ini adalah hasil perjuangan panjang semasa sekolah dan kuliah dulu. Oleh karena itu saya selalu berusaha untuk selalu berhati-hati dalam mengambil langkah entah itu ucapan, tindakan atau apapun saya selalu mempertimbangkan baik-baik. Supaya saya tidak salah langkah. Sejauh ini saya merasa segalanya fine-fine saja.. saya merasa tidak memiliki permasalahan yang mendasar dari dalam diri yang berakibat dalam kehidupan saya saat ini.
Tapi benarkah?? Entah.
Karena saya tak pernah sadar benar berapa banyak yang merasa kecewa dengan pemikiran saya, tersakiti denagn perkataan dan candaan saya. Sampai seseorang yang datang dari masa lalu saya datang beberapa hari lalu. Menunjukkan kepingan luka hatinya. Yang bahkan saya telah lupa benar kapan telah saya torehkan, bahkan mungkin saya tak pernah berniat untuk menorehkannya. Namun membekas dalam dirinya.

Awan masih menggayut mendung ketika ia datang, dengan mata sewarna senja. Ada sedikit telag di sudutnya. Saya coba untuk membuatnya bicara. Dan ia terus bicara, hingga butiran-butiran kata menjelma mutiara. Namun tetap saja tak ada yang dapat membawa saya pada peristiwa luka itu menghujam dirinya...

"Aku tak akan ke mana-mana jika memang kamu menuntutku untuk mengelupas segala luka
Jika maaf tak pernah cukup menguraikannya untuk apa kau jatuhkan lagi air mata??"


Dan angin mendesir mengantarkan kita ke pesisir..
Perahu melaju dan aku tercekam pilu...


:kehidupanlah yang melahirkan kita, dengannya kita bertahan...