Monday, January 31, 2011

Senin Pagi

Selalu saja ada hal-hal baru dalam kehidupan yang tidak pernah bisa kita mengerti. hampir 4 hari belakangan ini saya kurang tidur karena suami sedang keluar kota. Entah mengapa setiap kali ini terjadi selalu saja tidur menjadi hambatan yang berarti. Seolah-olah ada ketakutan karena tidak ada yang menjagai rumah atau semacamnya. Tentu saja kondisi semacam ini sangat mengganggu aktivitas saya yang padat sekali. Baru semalam saya bisa tidur nyenyak. Karena saya tahu Senin ini dia akan datang.
Kebiasaan lain yang aneh adalah ketika suami tidak di rumah, saya malas makan. Saya selalu merasa nyaman untuk makan ketika ada teman yang juga menemani makan. Kamis-Jum'at kemarin kebetulan adik saya dan anak-anaknya bertandang ke rumah, sehingga saya merasa ada teman makan. Dan saya pun makan di rumah. Sabtu, karena kepadatan aktivitas di tempat kerja, saya memutuskan untuk makan pagi - siang dio tempat kerja. Minggu, saya berkunjung ke rumah orang tua. Kebetulan Mami kangen masakan saya. Saya pun memasak dan makan di sana. Senin pagi tadi saya berangkat dari rumah pagi-pagi sekali. karena saya tahu di tempat kerja hari Senin akan banyak sekali aktivitas yang mesti dilakukan, maka saya memutuskan sarapan di warung. Sengaja saya berangkat pukul 06.00 dari rumah. Sesampai di warung soto langganan saya, waktu menunjukkan pukul 06.15, saya merasa sedikit cemas karena ternyata yang punya warung baru mempersiapkan dagangannya. Saya coba menenangkan diri dengan membaca buku bacaan yang selalu saya bawa ke mana-mana, dan mengecek jadwal kegiatan hari ini. Tapi ekor mata saya terus-menerus melirik ke arah penjual soto itu.
Sampai kemudian soto pesanan saya dihidangkan. Segera saja kegelisahan saya menguap entah kemana. Dan saya tidak peduli lagi bahwa waktu sudah lebih dari 06.30 yang berarti jalur menuju tempat kerja semakin ramai. Sampai tetesan kuah yang terakhir, saya merasakan nikmat yang luar biasa. Dan teman makan saya pagi itu adalah dua ibu-ibu penjaja makanan, seorang mahasiswi dan dua orang bapak yang saya tidak tahu pekerjaannya karena tempat duduk kami terlalu jauh untuk mengobrol.
Dan saya bersyukur sekali ketika saya sampai di tempat kerja tanpa keterlambatan dan dapat menikmati hari ini dengan semangat semoga.
Selamat hari Senin, semua!