Thursday, February 10, 2011

Kabar

Senja yang mengabarkan padanya, bahwa ia akan datang.
Ya, lelaki bermata elang yang sudah lama hilang seakan tertelan kehidupan. Dipandangnya senja yang tak jua meluruh. Memberikan rona keemasan pada langit baratdaya. Sejenak ia memejamkan matanya. Perlahan potongan-potongan itu berjuntaian meluruh di sudut benaknya. Episode demi episode kehidupan yang membentang di waktu lalu. Bagaimana mereka bertemu, berpisah, bertemu kembali dan berpisah lagi. Dia tak mengerti perasaan macam apa yang mesti disimpan bagi lelaki itu. Kerinduankah? kekesalan? atau sekedar hambar tanpa rasa. Memang ada bagian di mana ia bisa menerima semua begitu saja. ketika hujan melingkari hari-hari mereka. Menempuh perjalanan tanpa jeda. Saling tertawa dan menangis bersama. Ia juga bisa menerima berbagai alasan yang membuat mereka tak bisa kekal bersama. Selalu ada antara. Ia tak kuasa menolaknya.
Senja sudah berlalu bersama gelap yang memeluk malam. Mata Andini tak jua terpejam.

4 comments:

mpokb said...

..nun di sana, lelaki bermata elang merindu diam-diam. *maksa happy ending* :D

MAY'S said...

@mpok B : he..he... ntar dulu, belum tau mau ending yang kayak apa...

Bung Iwan said...

fiksinya agak2 mirip fiksi mini. tapi panjang. fiksi maxi kali ya? :)

MAY'S said...

@bung Iwan ; he..he.. cerbung yang dipotong2....