Hari Minggu kemarin seharian saya tidak ke mana-mana. Karena sabtu malam, sambil nonton acara sepak bola saya mennyetrika, dan tertariklah salah satu otot pinggang saya. Saya masih malas ke tukang urut, saya pikir nanti juga sembuh sendiri. Sesiangan cuman tiduran ternyata membuat saya tidak nyaman. Akhirnya saya ubek-ubek isi kulkas, ternyata masih ada pisang kepok kuning kiriman kakak saya beberapa hari lalu. Akhirnya saya ke warung membeli kelapa parut dan membuat santan. Saya membuat adonan nogosari, makanan dari santan dan tepung beras. Lumayan cepet dan tidak makan waktu. Resepnya :
Larutkan 250 gr tepung beras dan 150 gr gula pasir ke dalam 450 ml santan
Didihkan 400 ml santan dengan daun pandan/vanili dan setengah sdt garam. Kemudian masukkan larutan tadi ke dalam santan mendidih, sambil terus diaduk-aduk sampai adonan mengental, sisihkan.
Kemudian kupas dan potong-potong pisang untuk isi bagian dalam.
Ambil satu sendok makan/lebih ratakan di atas selembar daun pisang, beri potongan pisang kemudian gulung dan lipat rapi. Kukus selama kurang lebih 30 menit. Jadi sekitar 15 bungkus dengan ukuran jumbo.
Ternyata pisangnya masih sisa, saya potong-potong kecil, beri gula pasir sedikit, santan, telur dan irisan roti tawar saya aduk sampai merata dan dibungkus menjadi carang gesing. Lumayan enak dimakan hangat-hangat.
Malamnya meski punggung saya masih sakit, tapi ada kepuasan tersendiri karena bisa mengolah makanan dengan memanfaatkan barang yang ada. Lebih seneng lagi, ketika suami saya memberikan sebagian pada teman-teman ronda malam ternyata mereka suka sekali. jadi berasa gag mubadzir deh keisengan saya.